web analytics
  

Pengamat: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Timbulkan Kegaduhan Nasional

Rabu, 13 Mei 2020 19:28 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bisnis - Finansial, Pengamat: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Timbulkan Kegaduhan Nasional, BPJS Kesehatan, Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Kegaduhan Nasional,

Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Bandung, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dosen Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Pasundan, Firman Turmantara Endipradja menilai, kenaikan iuran BPJS Kesehatan dapat menimbulkan puncak kegaduhan nasional. Menurut Firman, kondisi itu sudah terlihat dari pecahnya suara antara para elite politik nasional, partai pengusung, legislatif dengan presiden Joko Widodo (Jokowi).

AYO BACA : Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pemerintah Dinilai Tak Punya Empati

"Yang pertama di tingkat elite politik ini sudah kelihatan. Yang menentukan keberlangsungan negara ini kan tingkat elite politik. Tingkat ini saja sudah pecah, antara DPR atau partai-partai dengan presiden. Ini justru yang menjadi objeknya presiden. Ini presiden lawan elite politik termasuk lawan partai pendukungnya. Ini jadi gimana?" kata Firman kepada Ayobandung.com, Rabu (13/5/2020).

AYO BACA : Presiden Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Mulai 1 Juli, Ini Rinciannya

Di satu sisi, Firman melihat sinyal positif dengan adanya upaya objektif yang dilakukan para elite politik dan tokoh-tokoh nasional dengan melihat kondisi riil di masyarakat. Menurut Firman hal ini bagus untuk rasa keadilan, lantaran para pemanggu kebijakan itu telah melihat langkah presiden sudah tidak sesuai dengan jalur.  Bahkan salah satu buktinya, tokoh-tokoh negara melakukan gugatan uji materil ke MA. 

"Sekarang yang kita lihat adalah masyarakat. Dengan kondisi ini masyarakat sudah tidak simpati. Semisal ada bantuan sosial pandemi. Tapi di riilnya bisa kita lihat sendiri banyak salah sasaran. Ini kenyataannya kan gak seperti yang dibicarakan, di lapangan beda," katanya.

Karenanya, Firman menyampaikan, adanya keputusan ini kian memberatkan dan mengecewakan masyarakat. Pasalnya, Firman menurut  presiden dinilai, sangat tidak tahu kondisi masyarakat yang sebenarnya di tengah situasi sulit pandemi Covid-19 ini. 

"Sudah susah makan, bantuan sosial juga sudah tidak tepat sasaran, dan seterusnya, banyak kekecewaan. Jadi yang kasihan itu di bawah. Bahkan beberapa bupati menolak bantuan sosial. Jadi ini chaos, kebijakan ini luar biasa blunder. Saya melihat dari tingkat pusat, provinsi, daerah, sampai RT kechaosan ini terjadi, masyarakat jadi resah," ujarnya.

AYO BACA : Airlangga Klaim Kenaikan Iuran BPJS Bertujuan Jaga Operasional

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Harga Emas Antam Rp923.000 per Gram

Finansial Minggu, 7 Maret 2021 | 09:58 WIB

Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia Antam di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung.

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Rp923.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

DJP Gelar Sosialisasi UU Cipta Kerja 

Finansial Jumat, 5 Maret 2021 | 21:48 WIB

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan kembali menggelar sosialisasi Klaster Kemudahan Berusaha Bidang Perpajaka...

Bisnis - Finansial, DJP Gelar Sosialisasi UU Cipta Kerja , Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Kementerian Keuangan (Kemenkeu),Sosialisasi UU Cipta Kerja

Turun Lagi, Harga Emas Antam Kini Rp918.000

Finansial Jumat, 5 Maret 2021 | 10:52 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp918.000 per gram pada Jumat(5/3/2021), atau turun Rp5.000...

Bisnis - Finansial, Turun Lagi, Harga Emas Antam Kini Rp918.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

BTN Pangkas Suku Bunga KPR, Saatnya Beli Rumah!

Finansial Jumat, 5 Maret 2021 | 07:37 WIB

Bank BTN menurunkan bunga KPR untuk memacu penjualan rumah

Bisnis - Finansial, BTN Pangkas Suku Bunga KPR, Saatnya Beli Rumah!, BTN,Kredit Pemilikan Rumah (KPR),KPR,suku bunga

OJK Perintahkan Bank Kecil Penuhi Modal Inti Minimum

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 22:27 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per akhir Januari 2021 bank dengan modal inti di bawah Rp 1 triliun hanya tersisa...

Bisnis - Finansial, OJK Perintahkan Bank Kecil Penuhi Modal Inti Minimum, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Modal Inti Minimum,Bank BUKU I

5 Tips Menghemat Uang Setelah Kehilangan Pekerjaan

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 15:52 WIB

Tahun 2020 menjadi masa yang sulit. Begitu banyak ketidakpastian ekonomi, membuat perusahaan banyak melakukan efisiensi...

Bisnis - Finansial, 5 Tips Menghemat Uang Setelah Kehilangan Pekerjaan, Tips Menghemat,Kehilangan Pekerjaan,tips menghemat saat kehilangan pekerjaan,PHK

Harga Emas Antam Bandung Turun Jadi Rp923.000

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 09:42 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp923.000 per gram pada Kamis(4/3/2021), atau turun Rp5.000...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung Turun Jadi Rp923.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

7 Cara Siapkan Dana Pensiun Demi Hidup Nyaman di Masa Tua

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 01:03 WIB

Pensiun dini dan menikmati masa tua dengan damai kini jadi dambaan generasi muda. Untuk itu, tidak ada salahnya menyiapk...

Bisnis - Finansial, 7 Cara Siapkan Dana Pensiun Demi Hidup Nyaman di Masa Tua, Dana Pensiun,Masa Tua,Cara Siapkan Dana Pensiun

artikel terkait

dewanpers