web analytics
  

11 Juta Warga Wuhan Akan Dites Massal Covid-19 dalam 10 Hari

Rabu, 13 Mei 2020 09:19 WIB

Ilustrasi rapid test Covid-19. (dok. Humas Setda Kota Bandung)

WUHAN, AYOBANDUNG.COM -- Setelah ditemukannya kembali kasus baru Covid-19, pemerintah Wuhan, Cina, berencana melakukan pengujian massal terhadap seluruh penduduknya, yakni 11 juta orang dalam 10 hari.

Melansir dari Independent, Wuhan belum lama membuka kotanya setelah 76 hari melakukan isolasi ketat. Sayangnya, kasus infeksi kembali muncul pada awal Mei setelah tidak ada kasus baru sejak 3 April.

Pejabat Wuhan telah mengkonfirmasi 10 kasus pada awal Mei, 6 di antaranya mengalami kesulitan pernapasan.

AYO BACA : Sebulan Bebas Covid-19, Wuhan Kembali Laporkan 1 Kasus Baru

Otoritas Wuhan memecat sekretaris partai komunis setempat Zhang Yuxin atas tuduhan manajemen yang buruk setelah ada 6 kasus baru dikonfirmasi. Pemerintah setempat juga akan melakukan tes besar-besaran dalam jangka waktu 10 hari.

Setiap penduduk telah diberitahu pada Selasa (12/5/2020) untuk membuat rencana darurat masing-masing. Pemerintah juga telah memprioritaskan pengujian pada orang yang lebih tua dan wilayah padat.

Direktur unit perawatan intensif rumah sakit Universitas Wuhan Peng Zhiyong menyatakan, 6sementara dia belum menerima rincian dari rencana pengujian, dia juga tidak mengharapkan seluruh penduduk untuk diuji.

AYO BACA : Donald Trump Klaim Punya Bukti Covid-19 Berasal dari Laboratorium di Wuha

Peng mengatakan pengujian setiap orang akan mahal, menunjukkan dalam kenyataannya, kemungkinan uji akan fokus pada kontak dekat pasien, staf medis, orang tua, dan mereka yang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya.

Wakil direktur departemen biologi patogen Universitas Wuhan Yang Zhanqiu menyarankan, mereka yang telah melakukan tes mungkin tidak akan melakukannya lagi.

"Sekitar 3 hingga 5 juta penduduk telah diuji dan terbukti sehat, dan dengan demikian Wuhan mampu menguji 6 hingga 8 juta sisanya dalam 10 hari," kata Yang.

Tes yang diusulkan adalah tes nukleat, bukan tes antibodi yang berarti mereka memungkinkan untuk deteksi lebih awal.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/wqK1pX0OhqE" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : Dokter Wanita Ini Jadi yang Pertama Laporkan Kasus Covid-19 di Wuhan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers