web analytics
  

Rumah Penerima BLT Covid-19 di Purwakarta Dipasangi Stiker

Selasa, 12 Mei 2020 07:00 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Rumah Penerima BLT Covid-19 di Purwakarta Dipasangi Stiker, Berita purwakarta, purwakarta hari ini, ayopurwakarta, wisata purwakarta, covid-19

Petugas saat memasang stiker di rumah penerima bantuan dari Pemkab Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Rumah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dipasangi stiker.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, pemasangan stiker sengaja dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih antara penerima bantuan dari Pemkab dengan 3 bantuan lain.

"Pemasangan stiker itu merupakan data penerima BLT dari Pemkab Purwakarta," kata Anne, Senin (1/5/2020).

"Jadi, kalau warga yang telah mendapat bantuan dari pusat atau provinsi, itu tidak akan mendapat dari pemkab," tambah Anne.

Pendistribusian BLT oleh Pemkab Purwakarta dilakukan secara simbolis kepada penerima di Kantor Barkorwil yang saat ini menjadi Posko Penanganan Percepatan Covid-19 Purwakarta, Senin (11/5/2020).

"Hari ini mulai kami distribusikan, total ada 12.000 kepala keluarga," ungkap dia.

Anne mengaku mengalokasikan anggaran untuk penanganan sosial ini sebesar Rp24 miliar. Dana ini untuk membantu masyarakat rawan miskin selama 4 bulan ke depan terhitung Mei.

"Per bulan penerima mendapat Rp500.000 selama 4 bulan," ujar Anne.

Teknis pendistribusian yakni bantuan dikirim ke masing-masing penerima melalui kelurahan atau desa setempat, kemudian disalurkan ke penerima.

"Dalam dua hari ini, kami targetkan bansos tersebut sudah ditransfer ke masing-masing desa agar segera diserahkan ke masing-masing keluarga penerima," kata Anne.

Seperti diketahui, ada 4 pintu bantuan Covid-19 yang akan diterima warga Purwakarta. Masing-masing bansos dari Kementerian Sosial, bantuan provinsi, dan Pemkab, serta BLT yang bersumber dari dana desa.

Ihwal bentuk bantuannya, Anne memiliki alasan kenapa tidak berupa bahan kebutuhan pokok. Menurutnya, hal itu agar roda perekonomian masyarakat bisa tetap berputar meski di situasi tanggap corona seperti ini. 

"Jika bantuannya berupa uang, banyak hal yang dapat dibeli sesuai kebutuhan mereka masing-masing," ujar dia.

Dalam pendistribusian bantuan tersebut, ia berpesan kepada aparatur di tingkat bawah agar menyalurkannya sesuai ketentuan. Ia memperingatkan agar jangan sampai ada hal-hal yang mengarah ke penyelewengan amanat. 

"Semua bantuan sosial, baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten itu diawasi oleh aparat kepolisian. Jika bantuannya tidak disalurkan sesuai ketentuan, segera laporkan," tegas Anne.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/P6FY0Qo4RtI" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers