web analytics
  

Amnesty: Perundungan Terhadap Ferdian Paleka Tak Mendidik dan Langgar HAM

Selasa, 12 Mei 2020 06:45 WIB
Bandung Raya - Bandung, Amnesty: Perundungan Terhadap Ferdian Paleka Tak Mendidik dan Langgar HAM, Berita bandung, bandung hari ini, ayobandung, Youtuber, Ferdian Paleka, MUI

Ferdian Paleka dan rekannya saat gelar perkara di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (8/5/2020). (Ayobandung.com/Ferdian Paleka)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Amnesty International Indonesia menilai youtuber prank sembako sampah kepada transpuan, Ferdian Paleka, tidak pantas dirundung di dalam penjara. Mereka menilai hal itu sama sekali tidak mendidik dan justru melanggar HAM.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan prank yang dilakukan Ferdian memang salah, namun perundungan yang diutujukan kepadanya saat tertangkap baik di media sosial maupun di dalam penjara tak jauh berbeda dengan prank yang dilakukan Ferdian.

"Tindakan Ferdian terhadap para transpuan seperti yang ditayangkan di akun YouTube-nya tidak dapat dibenarkan. Tapi tidak berarti ia boleh dan pantas dianiaya dan diperlakukan dengan tindakan yang melanggar hukum. Penganiayaan seperti itu adalah pelanggaran HAM," kata Usman dalam keterangannya, Senin (11/5/2020).

Menurut Usman, siapapun yang berada dalam tahanan, terlepas mereka tersangka atau terpidana atau kejahatan apapun yang dituduhkan terhadap mereka, berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman selama masa penahanan dan bebas dari tindakan kejam dari tahanan lain.

Oleh sebab itu dia berharap polisi mau mengusut tindakan perundungan terhadap Ferdian ini dan harus diadili melalui proses pengadilan yang adil.

"Pihak berwenang juga harus mengambil langkah-langkah efektif untuk mencegah terjadinya kembali perlakuan mengerikan dan ilegal semacam itu di dalam penjara," tegasnya.

Sebelumnya, Ferdian Paleka, M. Aidil Fitrisyah dan Tubagus Fahddinar diduga mendapat perundungan dari para tersangka lain di sel tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung. Peristiwa itu terekam dalam video yang tersebar di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak Ferdian berkepala plontos dan nyaris dalam kondisi telanjang dada. Ia diduga mengikuti perintah untuk melakukan beberapa aktivitas dari tahanan lain, seperti masuk ke dalam tong sampah, push up, dan mengucapkan kalimat bernada hinaan.

Sesekali ia mendapat kontak fisik yang membuatnya terlihat meringis. Tak sedikit pula tahanan yang mengamati. Terdengar pula beberapa tahanan lain meneriaki Ferdian dan kawan-kawannya dengan menyindir konten mengenai bantuan berisi sampah dan batu kepada transpuan.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/uHkLFELea64" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers