web analytics
  

Alami Perundungan, Keluarga Ferdian Paleka CS Ajukan Penangguhan Penahanan

Senin, 11 Mei 2020 21:31 WIB Vina Elvira
Bandung Raya - Bandung, Alami Perundungan, Keluarga Ferdian Paleka CS Ajukan Penangguhan Penahanan, Ferdian Paleka, Youtuber, Polrestabes Bandung, Ferdian Paleka di-bully,

Ferdian Paleka. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Melalui kuasa hukumnya Rohman Hidayat, keluarga Ferdian Paleka CS, ketiga tersangka kasus konten prank sampah terhadap tranpuan, mengajukan surat penangguhan dan pengalihan penahanan ke pihak kepolisian pada Senin (11/5/2020) sore tadi.

Pengajuan penangguhan dan pengalihan penahanan tersebut, dilatarbelakangi oleh video yang viral sejak beberapa hari lalu, di mana ketiga tersangka mengalami perundungan oleh tahanan lain di dalam rumah tahanan.

Pihak keluarga menilai, apabila insiden perundungan tersebut terus berlangsung, hal itu akan mengancam keselamatan Ferdian CS selama menjalani proses hukum di dalam rumah tahanan.  

"Kenapa kita ajukan? Ya karena kita merasa di tahanan ini tidak aman. Tidak ada jaminan ternyata di tempat yang seharusnya jauh lebih aman, ternyata kenyataannya seperti itu. Itu yang kita jadikan bahan pertimbangan kenapa kita mengajukan penangguhan dan pengalihan tahanan," ungkap Rohman saat dikonfirmasi melalui telepon. 

AYO BACA : Ayah Ferdian Paleka Tak Terima Anaknya di-Bully di Tahanan

Menurut Rohman, sedari awal sebenarnya pihak keluarga telah menyetujui segala proses hukum yang berlaku terhadap anak-anaknya, Sebab, mereka pun menyadari bahwa perlakukan Ferdian CS memang salah dan sudah sepantasnya dilakukan proses hukum sebagai bentuk tanggung jawab atas perlakuan mereka.  

"Pihak keluarga juga tidak keberatan karena memang keluarga juga tidak pernah membenarkan tindakan anak-anaknya itu. Artinya proses hukum ini adalah proses yang mau tidak mau harus diterima oleh pihak keluarga, karena anak-anakya melakukan pelanggaran hukum yang sangat membikin banyak orang geram, itu memang diakui pihak keluarga juga, dan keluarga juga istilahnya sudah mengikhlaskan proses hukum ini terjadi," terangnya.

Namun, ketika video perundungan tersebut viral di media sosial, itu dinilai menjadi masalah baru. Pihak keluarga keberatan dan berusaha mencari perlindungan hukum untuk anak-anak mereka. Sebab, kata Rohman, pihak keluarga takut keselamatan anak-anaknya terancam dan mendapatkan perlakuan yang lebih buruk dari perundungan yang terjadi sebelumnya. 

"Begini saja seharusnya di kepolisian itu menjadi tempat yang aman. Tidak terjadi kejahatan, tidak terjadi penganiayaan, tidak terjadi perundungan. Kenyataannya kan di dalam tahanan polisi yang terjadi seperti itu. Setidak-tidaknya kalau di rumah ada ibunya yang bertanggung jawab. Tetapi kalau misalnya terjadi sesuatu, anggaplah luka-luka bahkan sampai meninggal, siapa yang bertanggungjawab di situ? Buktinya kepolisian juga tidak bisa menjaga 24 jam para tahanan di sana," kata Rohman.

AYO BACA : Buntut Video Ferdian Paleka Diplonco, Polisi Periksa Penjaga Tahanan

"Ini baru penganiayaan ringan lah kategorinya, meskipun tidak manusiawi. Tapi bagaimana misalnya kalau sampai meninggal? Sampai luka-luka dan meninggal? Siapa yang bertanggung jawab kalau seperti itu? Itu yang dijadikan pertimbangan kita," lanjutnya.

Oleh karenanya, pihak keluarga berharap, permohonan tersebut dapat dikabulkan, agar anak-anak mereka bisa menjalani proses hukum di rumah bersama kedua orang tua dan keluarga masing-masing.

"Ya tetap diproses tetapi tidak ditahan di rumah tahanan, tetapi dilanjutkan proses persidanganya tetapi tidak ditahan," ujar Rohman.

Rohman mengungkapkan, hingga saat ini kondisi ketiga tersangka masih tertekan secara psikologis akibat perundungan yang dilakukan kepada mereka di dalam sel tahanan.

"Pelaku perundungannya sudah dipisahkan dalam sel terpisah, tapi secara psikologis memang jelas ketiga tersangka itu memang sangat trauma," ungkapnya.

Apabila proses pengajuan tersebut tidak diindahkan pihak kepolisian, terang Rohman, pihak keluarga akan terus mengajukan perlindungan hukum tersebut ke pihak-pihak terkait, seperti Komnas HAM, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), hingga komisi 3 DPR RI.

"Untuk meminta perlindungan hukum. Begini apa yang dilakukan Ferdian cs itu suatu kejahatan. Tetapi yang dilakukan napi di sel itu juga kejahtan yang jauh lebih tidak manusiawi. Pertanyaannya sekarang, kit apa bedanya kita dengan penjahat kalau yang jahat dijahatin lagi di dalam? Buat apa proses hukum kalau seperti itu?" pungkasnya.

AYO BACA : Ferdian Paleka Di-bully di Penjara, Keluarga Minta Perlindungan Komnas HAM

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers