web analytics
  

Unik! Salon di Kenya Ciptakan Gaya Rambut Corona

Senin, 11 Mei 2020 06:30 WIB
Umum - Internasional, Unik! Salon di Kenya Ciptakan Gaya Rambut Corona, virus corona, bahaya virus corona, virus corona cina, Kenya

Gaya rambut ala virus corona. (Twitter/@Xy5Z89)

NAIROBI, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi virus corona yang sedang terjadi di seluruh penjuru dunia rupanya mengilhami sebuah salon di Kibera, perkampungan kumuh terbesar di Kenya, untuk membuat tren potongan rambut baru.

Tren fesyen rambut baru ini dinamai 'The Coronavirus' atau 'virus corona' yang didesain dengan membuat beberapa ikatan pada rambut yang menyerupai tonjolan pada bentuk virus corona di bawah mikroskop.

Dikutip dari AsiaOne, inovasi ini adalah satu dari sekian jenis contoh cara para pekerja di dalam industri jasa untuk tetap bertahan di tengah aturan di rumah aja dan menurunnya pendapatan serta jumlah pelanggan.

Salah satunya di Mama Brayo Beauty Salon. Tiga pegawainya sudah mulai membuat gaya rambut ala virus corona pada pelanggan di salon tersebut.

Mereka mulai dengan membagi rambut pelanggan mereka menjadi beberapa bagian. Kemudian mereka memutar dan mengikat satu persatu dengan ikat rambut hitam tebal sehingga ikatan rambut tersebut tetap bisa berdiri tegak melawan gravitasi.

"(Gaya ini) sangat simpel dan murah untuk dilakukan pada setiap orang," kata seorang stylist, Diana Andayi.

Ia juga menyebut gaya ini diadaptasi dari gaya yang mirip seperti ia lihat dari Nigeria. Harganya layanan salonnya pun cukup murah, yakni di bawah 1 dolar AS atau setara dengan Rp15.000.

Virus corona telah menjangkiti 649 jiwa dan menewaskan 30 orang di Kenya. Penyakit ini juga memporak porandakan ekonomi di negara tersebut, terutama pada para pekerja upah kecil dan informal.

Andayi menyebut salon bisa tetap buka di bawah pembatasan yang dilakukan di Kenya, dan menutupnya secara sukarela tentu bukan suatu hal yang akan dipikirkan oleh mereka.

"Hidup sangat berat, kita harus berjuang tiap harinya sehingga kita bisa makan," katanya.

Banyak bisnis yang kemudian tutup. Sebelum wabah datang, tiap harinya pemilik salon Leunita Abwala mengaku bisa meraup untung hingga 3.000 shillings atau Rp 422.000.

Ia kini berharap gaya baru virus corona bisa mendorong bisnis kembali hidup. "Kami masih berjuang karena permintaan masih rendah," kata Abwala.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/03kYfQTxeJk" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers