web analytics
  

Supaya Aman dari Bully, Polisi Pisahkan Ferdian Paleka dari Tahanan Lainnya

Minggu, 10 Mei 2020 17:06 WIB
Bandung Raya - Bandung, Supaya Aman dari Bully, Polisi Pisahkan Ferdian Paleka dari Tahanan Lainnya, Ferdian Paleka, Youtuber, Polrestabes Bandung, Ferdian Paleka di-bully,

Youtuber Ferdian Pelika mengenakan baju tahanan di Mapolrestabes Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mempersilakan apabila orang tua dari Ferdian Paleka CS akan mengajukan penangguhan penahanan kepada penyidik Satreskrim. Adapun, ia memastikan, saat ini kondisi ketiga tersangka tersebut sudah aman dari perundungan tahanan lain.

Sebelumnya, Ferdian Paleka CS memang diketahui mengalami perundungan lewat video yang tersebar di media sosial. "Silakan saja diajukan ke penyidik (penangguhan). Nanti penyidik akan meneliti, kemudian dari segala aspek apakah memang layak atau tidak diberi penangguhan," kata Ulung di Bandung, Minggu (10/5/2020).

AYO BACA : Ferdian Paleka Di-bully di Penjara, Keluarga Minta Perlindungan Komnas HAM

Dia juga memastikan saat ini kondisi kesehatan Ferdian bersama dua tersangka kasus 'prank' lainnya, yaitu TF dan A, dalam kondisi yang aman. Selain itu, ia mengatakan bahwa sel ketiga tersangka itu sudah terpisah dari tahanan lainnya.

"Kita ketahui saat ini tersangka posisi sudah aman, kesehatannya sudah jelas dia sehat, sel tahanannya sudah terpisahkan," kata dia.

AYO BACA : Buntut Video Ferdian Paleka Diplonco, Polisi Periksa Penjaga Tahanan

Sebelumnya, Kuasa Hukum Ferdian Paleka CS, Rohman Hidayat menyatakan bahwa pihak orang tua tersangka bakal mengajukan penangguhan penahanan ke Polrestabes Bandung, Senin (11/5). Pengajuan itu, kata dia, didasari oleh adanya perundungan yang dialami para tersangka kasus 'prank' di dalam tahanan. 

Menurutnya, para orang tua tersangka menyayangkan atas kejadian tersebut. "Kita ingin menyampaikan kekecewaan terhadap kejadian yang terjadi terhadap tersangka yang ditahan di polrestabes, kita menyayangkan kejadian perundungan di tahanan, sungguh membuat orang tua sangat sedih," kata Rohman.

Dia memastikan, para orang tua akan menjamin para tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatan yang serupa apabila penangguhan penahanan disetujui. "Memang orang tua mengakui anaknya melakukan perbuatan tidak baik dan sudah memohon maaf, mengakui segala perbuatan bahkan menjalani proses hukum di kepolisian, tapi perbuatan itu (perundungan) tidak manusiawi," katanya.

AYO BACA : Ferdian Paleka dan 2 Rekannya Terancam Dipenjara 12 Tahun

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers