web analytics
  

Gara-gara Corona, PAD Purwakarta Berpotensi Rugi Ratusan Miliar

Minggu, 10 Mei 2020 15:11 WIB
Umum - Regional, Gara-gara Corona, PAD Purwakarta Berpotensi Rugi Ratusan Miliar, virus corona, cina, kemenkes, pemprov jabar corona, i gusti ngurah rai, corona bri, kelewaran corona, corona bekasi, bekasi corona, antisipasi virus corona, corona depok,

ilustrasi Kabupaten Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Terkena dampak pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Purwakarta disebut turun dari target yang seharusnya akan dicapai.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Iyus Permana mengatakan, penerimaan PAD dari sektor pajak ikut terdampak penurunan dari adanya pandemi Covid-19. Mata pajak yang paling terdampak adalah pajak hiburan, restoran hingga hotel.

Penurunan realisasi PAD dari sektor tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 20% hingga saat ini. “Penurunan PAD hampir semua sektor tapi yang paling menurun pajak hiburan, restoran, hotel, parkir yang diperkirakan Rp114 miliar turunnya,” kata Iyus kepada Republika, Minggu (10/5/2020).

Iyus menuturkan pajak hiburan, hotel dan restoran ditargetkan bisa diperoleh hingga Rp530 miliar. Namun dengan kondisi saat ini potensi tersebut hilang hingga Rp114 miliar dikarenakan adanya pandemi Covid-19 ini.

Menurutnya, pandemi Covid-19 berdampak besar pada sektor perekonomian. Sektor usaha dan jasa banyak yang terpaksa berhenti beroperasi sementara waktu. Pengusaha restoran dan hotel juga terdampak pada penurunan omset sehingga pajak yang disetorkan otomatis juga menurun.

“Jadi kalau selama ini pemda dalam hal ini Bapenda dengan susah payah menaikan PAD di kisaran Rp20 miliar sampai Rp25 miliar per tahun. Tapi gara-gara corona beberapa bulan ini kenaikan PAD tergerus,” tuturnya.

AYO BACA : Hari Keempat PSBB, Polres Purwakarta Temukan Ratusan Pelanggaran

Ia mengatakan hilangnya potensi PAD ini akan berdampak pada penganggaran keuangan daerah pada APBD Perubahan 2020 ini. Pemda nantinya terpaksa harus mengalokasikan anggaran sesuai realisasi pendapatan. Sejumlah proyek juga terancam ditunda karena kondisi keuangan tersebut.

“Iya proyek-proyek akan dihilangkan sebesar Rp114 miliar,” ujarnya.

Namun, ia mengaku belum tahu proyek atau program pemerintah daerah yang kemungkinan ditunda atau dibatalkan. Pasalnya, pembahasan APBD Perubahan 2020 baru akan dilakukan pada Juli-Agustus mendatang.

Ia pun berharap pandemi ini bisa segera berakhir. Sehingga sektor usaha yang lumpuh bisa kembali bangkit dan bergeliat. Masyarakat juga bisa beraktivitas normal kembali.

Oleh karenanya di samping upaya pemerintah yang terus dijalankan, ia meminta masyarakat juga mematuhi anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. Seperti saat ini tengah dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di enam kecamatan.

“Masyarakat diminta tetap menerapkan physical distancing dan social distancing. Juga menjaga pola hidup bersih dan sehat. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa bangkit,” tambahnya.

AYO BACA : Warga Pasirmunjul Purwakarta Beralih Pekerjaan Jadi Produsen Kolang Kaling

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers