web analytics
  

WHO: Rokok Tak Lindungi Orang dari Covid-19

Minggu, 10 Mei 2020 14:53 WIB
Umum - Internasional, WHO: Rokok Tak Lindungi Orang dari Covid-19, virus corona, cina, kemenkes, pemprov jabar corona, i gusti ngurah rai, corona bri, kelewaran corona, corona bekasi, bekasi corona, antisipasi virus corona, corona depok,

ilustrasi. (Pixabay)

JENEWA, AYOBANDUNG.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa merokok bisa memperparah kondisi orang yang terinfeksi Covid-19, bukan melindungi atau menurunkan risiko penularan.

WHO menyatakan hal itu pada Jumat (8/5/2020) lalu menanggapi pertanyaan bahwa beberapa ilmuwan telah menemukan jika perokok kecil kemungkinan dirawat di rumah sakit dengan Covid-19.

AYO BACA : Angka Sembuh Pasien Covid-19 Global Hampir Capai 1,5 Juta Jiwa

Ahli epidemiologi yang juga pemimpin teknis pada tanggapan Covid-19 di Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr. Maria Van Kerkhove mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa pernyataan itu sama sekali tidak benar.

Ia mengatakan, ada beberapa laporan media tentang studi yang belum ditelaah (peer-review) yang melihat prevalensi merokok di antara orang-orang yang dirawat di rumah sakit dengan kasus Covid-19. Menurutnya, penelitian itu tidak dirancang untuk mengevaluasi apakah merokok itu melindungi atau tidak dalam bentuk atau format apapun.

AYO BACA : Jabar dan Jakarta Bahas PSBB, Pergerakan Orang Bakal Diperketat

"Dan mereka tidak mengatakan bahwa merokok itu protektif. Bahaya tembakau sudah dikenal luas dan kita tahu bahwa jutaan orang meninggal setiap tahun akibat penggunaan tembakau. Covid-19 adalah penyakit pernapasan dan merokok menyebabkan kerusakan pada paru-paru," kata Van Kerkhove, dilansir di Xinhuanet, Minggu (10/5/2020).

Ia mengemukakan bahwa sejumlah penelitian telah menemukan bahwa merokok justru mengarah pada pengembangan penyakit yang parah. Selain itu, kata dia, merokok menempatkan orang pada risiko lebih tinggi memakai ventilator, dirawat di perawatan intensif, dan akhirnya meninggal.

"Kami tahu bahaya merokok dan kami tahu bahwa perokok, jika mereka terinfeksi Covid-19, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit parah dan kematian," ujarnya.

AYO BACA : Relaksasi PSBB Bisa Dilakukan, Syaratnya Kerja Sama

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers