web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Mempertanyakan Nasib Para Calon Mahasiswa di Tengah Pandemi

Sabtu, 9 Mei 2020 22:18 WIB Netizen Sabrina Mulia Rhamadanty

Logo SNMPTN

AYOBANDUNG.COM -- Untuk para calon mahasiswa, seharusnya bulan ini para siswa SMA tingkat akhir yang tidak lulus di seleksi SNMPTN mencoba kembali peruntungannya di tes SBMPTN atau UTBK. 

Supaya perjuangan mereka sekolah selama tiga tahun, mengikuti les bimbel sana-sini sampai mengikuti berbagai macam try out offline maupun online tidak sia-sia. 

Sejak dimunculkannya surat edaran LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) Nomor 11/SE.LTMPT/2020 yang terbitan pada Senin, 6 April 2020 tentang ketentuan UTBK/SBMPTN. Setidaknya jadwal UTBK dan SBMPTN harus mundur karena pandemi ini.

  1. Pendaftaran UTBK dan SBMPTN dilaksanakan pada tanggal 2-20 Juni 2020

  2. Pelaksanaan UTBK 2020 berlangsung pada 5-12 Juli 2020

  3. Pengumuman SBMPTN 2020 dilaksanakan pada 25 Juli 2020. 

Sistem penerimaan mahasiswa baru UTBK dan SBMPTN dijadwalkan berjalan di bulan Juli. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah Pandemi ini benar-benar berakhir di bulan Juli tepatnya di awal bulan Juli?

Di Indonesia tes SBMPTN dilaksanakan secara offline, cara ini mau tidak mau membuka celah berkumpul dalam keadaan tes. Tahun 2019 lalu tes SBMPTN diikuti oleh 1,2 juta peserta tahun ini diperkirakan akan lebih banyak lagi peserta yang mengikuti. 

Akun siswa permanen (angkatan 2020) yang terdaftar di LTMPT saat ini sebanyak 1.272.655. Belum ditambah dengan dua angkatan sebelumnya (angkatan 2018 dan 2019) yang masih memiliki kesempatan mengikuti tes dengan sebelumnya harus tetap melakukan verifikasi dan validasi pada laman referensi data kemdikbud, pada situs itu tersedia menu 'Verval Lulusan'.

Tes offline dengan mengumpulkan banyak orang, menurut saya bukanlah keputusan bijak. Sekalipun sebelum melakukan tes para peserta melakukan tes suhu tubuh dan penyemprotan desinfektan. Banyak dari orang-orang yang terinfeksi virus tidak menunjukan gejala (OTG). 

Ini yang harus diwaspadai. Dan sekalipun dilakukan social distancing kepada peserta, berada di ruangan yang sama dan tertutup tentu saja memungkinkan persebaran virus dengan lebih cepat. 

Di akhir bulan April, Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dedi Rosadi mengatakan persebaran Covid-19 di Indonesia diprediksi akan mereda di akhir Juli 2020. Dengan syarat masyarakat tidak mudik sebagai jalan terbaik memutus transmisi virus Corona.

Namun berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Melalui surat edaran (SE) Menhub ini yang tertulis dalam aturan turunan dari Permenhub 25/2020 soal pengendalian mudik di tengah wabah Corona. Mulai Kamis (7/5/2020) kemarin, transportasi umum mulai pesawat, kapal, kereta api, hingga bus, diizinkan kembali beroperasi. 

Sedangkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, masyarakat kini tidak boleh bepergian dan pulang kampung. Ingat, prediksi-prediksi para ahli hanya bisa menjadi kenyataan jika syarat dalam prediksi-prediksi itu diikuti dan dilaksanakan oleh pemerintah dengan sebagaimana mestinya. 

Sebuah riset yang dilakukan oleh Singapore University of Technology and Design (SUTD) menunjukkan, wabah covid-19 di Indonesia akan berakhir pada 7 Oktober 2020. SUTD merupakan salah satu universitas ternama di Singapura, yang berfokus pada kajian studi teknologi dan desain. Hasil penelitiannya diungkap di situs web ddi.sutd.edu.sg, dengan update terakhir pada 5 Mei.

Prediksi-prediksi yang muncul saat ini tentang pertanyaan terbesar kita, kapan Corona akan berakhir sebenarnya berdasarkan pada data-data sebelumnya. Penentu kapan pandemi ini berakhir di Indonesia bisa dilihat dari pertambahan kasus positif dan jumlah wilayah yang dinyatakan sebagai episentrum penyebaran atau zona merah. 

Jika pertambahan kasus positif sudah sangat sedikit dan daerah-daerah zona merah pulih menjadi zona hijau. Indonesia bisa optimis bahwa dalam waktu dekat negara ini bisa terbebas. Namun kalau belum, ya nanti dulu. 

Setelah salah satu sekolah tinggi negeri di Indonesia memutuskan mengosongkan angkatan 2020. Setidaknya saya melihat beberapa pertimbangan dan kemungkinan yang dapat terjadi ke depan terkait tes masuk perguruan tinggi ini.

Belum ada narasi yang dikeluarkan oleh Kemendikbud jika di bulan Juli tidak Corona tidak kunjung mereda. Tentu tidak memungkinkan adanya tes offline karena masih masifnya penyebaran Corona. Saya harap tes online tidak menjadi pilihan. 

Tes online yang harus dikerjakan di rumah masing-masing tentu saja memiliki kekurangan yang lebih besar. Kesempatan untuk mencontek para peserta jauh lebih besar. Hal ini bahkan bisa membuka kesempatan joki tes SBMPTN secara online. 

Tes online sangat minim pengawasan dan membuka kesempatan curang lebih besar.  Tes online juga akan membawa kesulitan bagi beberapa peserta yang tidak memiliki listrik, alat yang mendukung (handphone atau laptop) dan jaringan internet yang berkualitas. Kemendikbud harusnya melihat bahwa selama dilaksanakannya belajar dari rumah, para siswa dan mahasiswa tidak semuanya bisa melaksanakan belajar dari rumah ini secara efektif karena kendala teknis diatas. 

"Ada yang bilang tidak punya sinyal televisi. Bahkan ada yang bilang tidak punya listrik. Itu bikin saya kaget luar biasa," kata Nadiem dalam acara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2020 yang disiarkan secara daring di kanal YouTube Kemendikbud, Sabtu (2/5).

Begitulah pengakuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melihat banyaknya laporan pelajar yang tidak mengikuti sistem belajar dirumah yang bergantung pada listrik, alat dan internet dengan baik. 

Jika tes SBMPTN yang tahun ini hanya dilaksanakan sekali ini (tahun kemarin dua kali dan peserta memilih nilai terbesar untuk didaftarkan ke Universitas pilihan), akan terkendala banyak di teknis apalagi secara kesiapan listrik, alat pendukung dan jaringan internet Indonesia tidak merata. Kesenjangan ekonomi di Indonesia nampaknya menambah jurang antara si kaya dengan si miskin lebih lebar di masa pandemi ini. 

Narasi lain yang mungkin bisa dipikirkan oleh Kemendikbud dari sekarang,  jikalau pandemi ini tidak juga berakhir di bulan Juli adalah mengambil hasil tes dari nilai raport. Mungkin ini terdengar sama persis dengan seleksi lewat jalur SNMPTN

Tapi saya rasa ini satu-satunya cara untuk menghindari penularan saat tes offline. Kita tentu tidak mau ada cluster penularan UTBK dan SBMPTN. Nilai tes ini akan dirangking melalui hasil raport namun ada tes tambahan yang berlaku (misalnya tes wawancara, tes Bahasa Inggris, atau kompetensi lain yang menjadi pertimbangan masing-masing universitas). 

Harusnya tes ini menjadi pertimbangan masing-masing universitas yang dituju. Kemendikbud harus bekerjasama dengan semua Universitas negeri agar tes tingkat universitas ini bisa diadakan via online atau mengirim lewat portofolio sesuai ketentuan masing-masing universitas. Jadi selain menjaring melalui hasil raport namun juga tes melalui tahapan universitas, SBMPTN harus lebih flexible yaitu mengubah sistem jika di Juli nanti pandemi ini belum juga hilang. 

Daya Tampung mahasiswa SBMPTN untuk setiap Program Studi pada PTN selain PTN badan hukum ditetapkan paling sedikit 40 persen. Kuota SBMPTN adalah yang terbesar dibandingkan dengan SNMPTN dan seleksi mandiri yang diselenggarakan masing-masing universitas. 

Akan menjadi catatan jika SBMPTN tidak bisa diselenggarakan meskipun dalam masa pandemi. Justru dalam masa pandemi seperti ini pemerintah seharusnya memikirkan juga kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi, dengan mengetahui kemungkinan itu kita dapat bersiap agar kemungkinan terburuk itu tidak terjadi. 

Pemerintah juga dituntut untuk lebih fleksibel dan taktis dalam melawan Corona, semua sektor salah satunya sektor pendidikan telah merasakan kerugian akibat pandemi ini. Kita tentu tidak mau mengorbankan para calon mahasiswa ini ditengah pandemi. Mereka juga punya mimpi untuk duduk di bangku perkuliahan. 

***

Sabrina Mulia Rhamadanty

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik Unpad

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel lainnya

dewanpers