web analytics
  

Tanda-tanda Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Sabtu, 9 Mei 2020 22:03 WIB

Ilustrasi berdoa.(Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Malam Lailatul Qadar menjadi momen sangat istimewa bagi umat Islam yang menjalankan puasa di bulan ramadan.

Sebab, di dalamnya terdapat banyak keberkahan. Alquran mengajarkan, malam ini nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Alhasil, kaum Muslimin berlomba-lomba memperolehnya.

Namun, bagaimana cara meraih Lailatul Qadar di ramadan?

Menurut ahli tafsir Alquran M Quraish Shihab , cara memperoleh Lailatul Qadar adalah dengan giat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal itu dapat dilakukan dengan aneka kebajikan.

"Kebajikan dimaksud bukan sekedar ibadah ritual atau membaca ayat-ayat Alquran dan beritikaf, tetapi aneka kebajikan sosial, upaya menambah pengetahuan yang bermanfaat, serta menghiasi diri dengan akhlak yang mulia sambil membersihkan jiwa dari segala penyakit kejiwaan, seperti angkuh, iri hati, riya dan sebagainya," ujar Quraish Shihab seperti dikutip dari buku Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui.

Ia menambahkan, ibadah-ibadah yang dilakukan secara tulus dan ikhlas akan dapat berbekas dalam jiwa seorang Muslim. Pada akhirnya, seseorang akan merasakan kedamaian, ketenangan, lalu mengubah secara total sikap hidupnya menjadi lebih baik.

Boleh jadi yang bersangkutan sebelum malam ibadah itu masih sering melakukan dosa kecil maupun besar.

Akan tetapi, insya Allah pada saat momen Lailatul Qadar bila dijalaninya dengan ungguh-sungguh, maka akan timbul kesadaran dari dalam hati. Kesadaran akan dosa dan kelemahan manusia di hadapan Allah. Inilah yang mendorongnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT--sambil menginsafi kesalahannya.

Dan, pada titik itulah Muslim tadi dapat dikatakan telah mendapatkan berkah Lailatul Qadar.

"Kesadaran dan keinsafan itulah yang mengubah sikapnya 180 derajat. Kesadaran semacam itu bila dirasakan seseorang, maka itulah bukti bahwa ia telah mendapatkan Lailatul Qadar itu," ucap ulama yang pernah menjadi menteri agama RI tahun 1998 itu.

Tentunya, kesadaran ini dapat muncul kapan saja. Akan tetapi, pada malam-malam ramadan, khususnya pada akhir bulan suci itu, kesempatan untuk mendapatkannya lebih besar lagi.

Khususnya bagi mereka yang mengasah dan mengasuh jiwanya sejak awal ramadan. Apalagi, Allah telah menetapkan salah satu malam dalam bulan suci itu untuk tujuan tersebut.

"Pada malam Lailatul Qadar malaikat turun. Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu berbuat kebajikan. Siapa yang ditemani malaikat, maka tentulah ia akan terus terdorong untuk melakukan kebajikan. Semoga kita dapat 'menemukan' malam mulia itu," tutur alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/9HruPkpXpX4" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers