web analytics
  

Cek Poin PSBB di Bandung Ditambah, Ini Lokasinya

Jumat, 8 Mei 2020 17:11 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, Cek Poin PSBB di Bandung Ditambah, Ini Lokasinya, Cek Poin, PSBB jabar, psbb Bandung, lokasi,

Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Rasdian Setiadi mengungkapkan, di masa PSBB Jawa Barat pada 6-19 Mei ini pihaknya juga menurunkan personel tambahan. (Humas Setda Kota Bandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Pada Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat ada 2 penambahan cek poin, yaitu di Cibaduyut dan Dago.

Selain itu ada juga penempatan personel di Sukasari. Hal ini untuk mengetatkan pintu alternatif keluar masuk Kota Bandung.

Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Rasdian Setiadi mengungkapkan, di masa PSBB Jawa Barat pada 6-19 Mei ini pihaknya juga menurunkan personel tambahan.

“PSBB ini bahkan kita turunkan petugas tambahan di luar yang kemarin (PSBB Bandung Raya). Cek poin tambahan seperti di Cibaduyut dan Dago. Sekarang ada tambahan di atas di Sukasari walaupun di luar titik lokasi yang ditentukan kepolisian tapi tetap kita jaga,” ucap Rasdian di Auditorium Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (8/5/2020).

Rasdian yang juga Kepala Satpol PP Kota Bandung menegaskan, hal ini untuk menjangkau kegiatan yang tidak dikecualikan atau dilarang selama bergulirnya PSBB. Salah satunya sejumlah kegitan usaha yang pada PSBB Jawa Barat ini tidak jauh berbeda, hanya membuka sektor bahan bangunan atau material saja, itupun dengan batasan jam operasional mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB.

“Paling penting dalam PSBB itu menjaga konsistensi dan ketegasan. Kalau ini berhasil dijaga, insyaallah bisa cepat pulih,” ujarnya.

Penjangkauan PMKS

Rasdian mengungkapkan, bertepatan dengan Ramadan serta menjelang Hari Raya Idulfitri, muncul persoalan musiman yaitu maraknya anak jalanan, gelandangan, dan pengemis baru.

Khusus untuk menuntaskan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini, Rasdian sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) untuk terus melakukan penjangkauan.

“Fenomena sekarang menjelang Idulfitri banyak migrasi dari luar khususnya anjal, gelandangan, dan pengemis. Kita adakan penertiban dan pembinaan dengan tim Dinas Sosial. Termasuk yang kupu-kupu malam akan kita antisipasi,” kata dia.

Rasdian menuturkan, penjangkauan dilakukan secara berkala dengan berpatroli menyusuri sejumlah ruas jalan yang menjadi lokasi favorit para PMKS. Di samping itu, pihaknya merespons laporan dari masyarakat dengan langsung menindaklanjuti ke lapangan.

Hanya saja, Rasdian tidak memungkiri tantangannya yaitu para PMKS tersebut kadang bermain kucing-kucingan. Sebagian di antaranya juga banyak yang tidak kapok untuk kembali lagi ke jalanan sekalipun sudah tertangkap.

Untuk itu, ketika hendak melakukan operasi Rasdian sudah menginstruksikan agar peugas Satpol PP melakukan beberapa strategi. Dengan begitu, para PMKS tidak bisa lolos dengan mudah saat dilaksanakan penjangkauan ke lapangan.

“Yang saya tau SOP-nya pembinaan 3 hari. Itu bisa jadi dia malah kembali lagi. Kalau ketemu pasti kita akan ambil lagi. Makanya saat patroli kita juga tetap harus pakai taktik dan strategi, kalau begitu saja datang mereka pasti mudah kabur,” katanya.    

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Ngabuburit di Rel Kereta Api Bisa Didenda Rp15 Juta

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 21:12 WIB

Di perlintasan dekat Stasiun Kiaracondong, warga nongkrong di area rel kereta api yang seharusnya tidak boleh dimasuki.

Bandung Raya - Bandung, Ngabuburit di Rel Kereta Api Bisa Didenda Rp15 Juta, Denda Ngabuburit di Rel Kereta,Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong,Ngabuburit di Rel Kereta Api

Berbahaya! Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 21:02 WIB

Meski beberapa hari lalu terjadi kecelakaan pengendara motor di perlintasan kereta api Kiaracondong, warga tetap berkeru...

Bandung Raya - Bandung, Berbahaya! Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong, Ngabuburit di Rel Kereta Api,Ngabuburit Ramadan,Rel Kereta Api Kiaracondong

Pemkot Bandung Siap Populerkan Olahraga Dayung

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 19:24 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung pembinaan berbagai cabang olahraga (cabor) termasuk dayung. Terlebih jika cab...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Siap Populerkan Olahraga Dayung, Pemkot Bandung,Olahraga Dayung,PODSI Kota Bandung

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Landa Bandung Raya hingga Akhir April

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 19:18 WIB

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, kejadian cuaca ekstrem itu dapat berupa hujan lebat hingga hujan es yang di...

Bandung Raya - Bandung, Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Landa Bandung Raya hingga Akhir April, cuaca ekstrem 2021,cuaca ekstreme Bandung,Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,BMKG

Stok Darah Mulai Menipis, Begini Solusi dari PMI Kota Bandung

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 17:20 WIB

Jumlah permintaan darah berbanding terbalik dengan jumlah donor yang menurun ketika Ramadan.

Bandung Raya - Bandung, Stok Darah Mulai Menipis, Begini Solusi dari PMI Kota Bandung, Stok Darah Mulai Menipis,PMI Kota Bandung,layanan jemput bola,Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto,Unit Transfusi Darah (UTD)

Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 16:09 WIB

Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos

Bandung Raya - Bandung, Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos, PMI Kota Bandung,donor darah Bandung,minta donor darah di medsos,dilarang minta donor darah medsos

Ramai Balap Liar di Jalan BKR Bandung Setelah Imsak

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 14:36 WIB

Balap liar ramai di Jalan BKR Bandung setelah imsak.

Bandung Raya - Bandung, Ramai Balap Liar di Jalan BKR Bandung Setelah Imsak, balap liar,balap liar Bandung,balap liar jalan BKR,balap liar imsak Bandung

718 Warga Bandung Masih Jalani Perawatan Covid-19, Terbanyak di Antapa...

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 12:28 WIB

angka terbanyak masih ada di Kecamatan Antapani dengan 73 kasus.

Bandung Raya - Bandung, 718 Warga Bandung Masih Jalani Perawatan Covid-19, Terbanyak di Antapani, kecamatan terbanyak kasus Covid-19 Bandung,Kecamatan kasus Covid-19 terbanyak Bandung,Covid-19 Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,Kasus Covid-19 Antapani,Covid-19 Antapani

artikel terkait

dewanpers