web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bisnis Dropshipper yang Kian Diminati Banyak Orang saat Pandemi

Kamis, 7 Mei 2020 16:17 WIB Vina Elvira

[Ilustrasi] Jual beli daring. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Wabah virus corona yang melanda Indonesia saat ini berdampak terhadap sejumlah aspek kehidupan masyarakat. Salah satu aspek yang paling terasa datang dari sektor perekonomian.

Sudah banyak perusahaan dan pekerja yang terdampak Covid-19, seperti mengalami kebangkrutan, dirumahkan tanpa upah, bahkan tak sedikit yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, hingga 22 April 2020, ada 52 perusahaan di Kota Bandung yang melaporkan terdampak Covid-19. Melalui pendataan secara daring, tercatat 2.296 orang mengalami PHK, kemudian 5.804 orang lainnya melaporkan dirumahkan sementara.

Kondisi demikian membuat orang-orang harus banting setir dan memutar otak untuk dapat tetap bertahan hidup di tengah pandemi. Salah satunya dengan cara memulai bisnis online.

Bisnis daring memang sudah akrab di telinga masyarakat,. Berbelanja online pun dipilih sebagai sarana memenuhi kebutuhan hidup bagi banyak orang.

Jual beli yang praktis merupakan salah satu kelebihan berbelanja kebutuhan secara daring. Terutama di kondisi saat ini, ketika ruang gerak setiap orang menjadi terbatas.

Begitu pula dengan peluang usahanya. Banyak orang memilih memulai bisnis jual beli daring untuk menambah penghasilan, salah satunya menjadi dropshipper.

Dropshipper merupakan penjual yang menjajakan sebuah produk milik orang lain atau hanya dropship. Karena itu, para dropshipper hanya menawarkan produk di berbagai platform yang tersedia. Jika produk tersebut laku, pengiriman barang dilakukan oleh produsen, bukan agen atau dropshipper.

Maka dari itu, tidak perlu modal besar untuk menjadi seorang dropshipper. Mereka hanya membutuhkan media sosial dan marketplace untuk menawarkan produk milik orang lain. Jika laku terjual, dropshipper akan mendapat komisi dari si produsen atau pemilik barang.

Di tengah pandemi, permintaan untuk menjadi dropshipper di berbagai bisnis daring kian meroket. Begitu juga yang dirasakan oleh fesyen muslim asal Bandung Ariona. Sejak sebulan belakangan, permintaan untuk menjadi dropshipper semakin meningkat.

“Selama satu bulan ke belakang ya kita bisa lihatnya, yang join reseller semakin banyak dropshipper makin banyak juga,” kata Digital Marketing Ariona Riani, beberapa waktu lalu.

Riani menuturkan, salah satu alasan utama yang membuat dropshipper kian diminati banyak orang karena kepraktisannya yang dapat membuat seseorang memulai bisnis tanpa modal. Terlebih, di era pandemi ini banyak orang yang keadaan finansialnya terdampak. Hal ini, kata dia, bisa menjadi peluang bagi mereka mendapatkan penghasilan tambahan.

Selain peluang meraup penghasilan bagi para pelakunya, adanya dropshipper juga memberikan banyak dampak positif untuk pemilik toko.

Menurut Riani, dropshipper bisa membantu meningkatkan penjualan produk dan memperluas jaringan usaha yang dirintis.

“Meningkatnya penjualan produk dan juga memperluas jaringan pemasaran,” ungkapnya.

Riani pun tidak memungkiri bahwa menjadi seorang dropshipper di kondisi saat ini merupakan cara yang tepat menambah penghasilan. Mengingat, saat ini permintaan jual beli daring semakin meningkat karena ruang gerak yang terbatas bagi masyarakat untuk berbelanja secara manual.

Hingga saat ini, Ariona telah memiliki 40 reseller dan 100 lebih dropshipper yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers