web analytics
  

Pelanggaran PSBB di Bandung Barat Masih Tinggi

Rabu, 6 Mei 2020 21:44 WIB Tri Junari

Grafis PSBB.(Ayobandung.com/Attia)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat ada sebanyak 34.526 pelanggaran yang terjadi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Data tersebut tercatat secara kumulatif sejak PSBB diterapkan pada 22 April-5 Mei 2020 di tiga pos cek poin utama di Padalarang, Lembang, dan Cipatat. 

"Selama dua pekan PSBB diterapkan total ada 34.526 pelanggaran yang dilakukan. Yakni dari tiga jenis pelanggaran seperti tidak mengenakan sarung tangan, masker, dan penumpang," kata Kepala Dinas Perhubungan KBB, Ade Komarudin didampingi Kepala Bidang Teknik dan Prasarana, Ahmad Fauzan Azima, Rabu (6/5/2020).

Jumlah total pelanggaran tersebut, rinciannya terdiri dari yang tidak mengenakan sarung tangan ada 19.418, tidak pakai masker 9.336, dan pelanggaran penumpang 5.772. 

Jumlah pelanggaran di pos cek poin Lembang paling tinggi dibandingkan dengan pos Padalarang dan Cipatat. Ini dikarenakan volume kendaraan yang melintas juga tercatat cukup tinggi. 

Di wilayah Lembang kendaraan mobil yang tercatat ada 14.396, motor 28. 873. Pelanggaran yang tidak mengenakan sarung tangan ada 12.726, tidak pakai masker 4.361, dan pelanggaran penumpang 2.358. 

Pengguna kendaraan yang diimbau sebanyak 16.787 dan ditilang 160. Sementara pengguna kendaraan yang ditilang di cek poin Padalarang dan Cipatat jumlahnya hanya 87 dan 33.

"Cek poin di Lembang memang mencatat pelanggaran paling banyak. Bahkan di Lembang tercatat ada 91 kendaraan yang disuruh untuk putar balik," ujarnya. 

Dia menambahkan, cek poin di wilayah Lembang ada enam titik. Beberapa di antaranya berbatasan dengan Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Subang. 

Inilah yang menjadi salah satu faktor volume kendaraan dan jumlah pelanggaran di cek poin Lembang tercatat paling banyak dibandingkan check point lainnya di KBB. 

"Semoga pada PSBB tingkat Jabar di mana KBB ada di dalamnya, masyarakat pemakai kendaraan bisa lebih patuh. Kami dari sektor perhubungan ikut bertanggung jawab untuk menjaga mengingat virus ini bisa menempel dimana saja, makanya beberapa waktu lalu kami juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke angkutan umum," tuturnya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers