web analytics
  
Banner Kemerdekaan

5 Masalah Kulit yang Bisa Jadi Tanda Terjangkit Covid-19

Kamis, 7 Mei 2020 03:40 WIB M. Naufal Hafizh

Ilustrasi. (Pixabay/Kjerstin Michaela Haraldsen)

Dermatologis telah menemukan 5 kondisi kulit yang bisa menjadi tanda terjangkit Covid-19.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penelitian yang dilakukan pada 375 pasien corona di Spanyol telah menyoroti bagaimana Covid-19 dapat ditampilkan dalam gejala dermatologis.

Dilansir dari Independent, Ahli kulit Spanyol ditugaskan oleh Akademi Dermatologi Spanyol untuk memeriksa pasien dengan masalah kulit yang tidak dapat dijelaskan dalam dua minggu terakhir.

Sebanyak 120 gambar awal diperiksa oleh 4 dokter kulit setelah kuesioner standar tanpa mengetahui informasi klinis lebih lanjut. Pada penelitian tersebut menyimpulkan, ada masalah kulit tertentu yang disebakan olah virus corona.

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

AYO BACA: Pemuka Agama di Bandung Diduga Tularkan Corona ke 226 Jemaat

Peneitian yang diterbitkan pada British Journal of Dermatology melaporkan, para ahli kulit kemudian menentukan 5 kondisi kulit yang menandakan infeksi virus corona.

1. Chilblains

Ada 19% dari kasus yang menunjukkan penyakit kulit chilblains yang merupakan luka kulit atau benjolan yang terjadi akibat terpapar suhu yang sangat dingin. Menurut peneliti, chilblains pada sebagai gejala Covid-19 biasanya ditemukan di tangan dan kaki.

Studi ini merinci bagaimana gejala-gejala Covid-19 juga muncul mirip bintik-bintik merah atau ungu yang disebabkan oleh perdarahan di bawah kulit dan cenderung asimetris.

Rata-rata gejala ini bertahan 12,7 hari, biasanya terjadi pada orang dengan gejala ringan dan pasien yang lebih muda.

AYO BACA: 7 Situs Resmi untuk Pantau Perkembangan Virus Corona di Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

AYO BACA: Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar, Benarkah Melalui Jaringan 5G?

2. Lepuh Kecil

Gejala muncul dalam bentuk lepuh kecil yang umumnya gatal, sebagian besar ditemukan pada batang tubuh, penuh dengan darah dan tersebar di banyak area tubuh.

Gejala ini dialami lebih banyak dengan pasien setengah baya yang menderita virus pada tingkat keparahan sedang dan gejala rata-rata bertahan 10,4 hari.

3. Lesi

Sembilan persen kasus pasien mengalami lesi urtikaria. Lesi inibiasanya dapat diartikan sebagai ruam jelatang atau bintil-bintil di area kulit berwarna merah muda atau putih dan bertahan rata-rata 6,8 hari.

AYO BACA: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Air atau Hand Sanitizer?

AYO BACA: Berkumur dengan Air Garam dan Cuka Bisa Bunuh Corona Covid-19?

AYO BACA: Ini Saran Dokter Jika Ada Tamu Saat Pandemi Corona Covid-19

4. Makulopapular

Makulopapular diidentifikasi sebagai benjolan merah kecil, datar, dan ditemukan di antara 47% kasus. Mokulapapula dapat ditemukan di sekitar folikel rambut dan berlangsung rata-rata 8,6 hari.

Para peneliti mencatat bahwa makulopapula dan lesi urtikaria sama-sama umum dan dapat terjadi pada berbagai daerah. Sehingga makupapula tidak bisa menjadi deteksi tunggal covid-19.

5. Livedo atau Nekrosis

Livedo atau nekrosisyang terjadi pada 6 persen responden penelitian. Mereka disebabkan oleh gangguan sirkulasi di pembuluh darah kulit dan menyebabkan pasien mengalami kulit merah atau biru yang berjerawat.

AYO BACA: Pandemi Corona, Resepsi Pernikahan Polisi Dibatalkan Setelah Persiapan Setahun

AYO BACA: 5 Pembersih Rumah Ini Bisa Basmi Covid-19

AYO BACA: Jahe dan Kunyit, Mana yang Lebih Berkhasiat?

Pada pasien yang lebih tua dengan kasus Covid-19 yang parah, kasus-kasus ini dihubungkan dengan penyakit pembuluh darah oklusif.

Bebapa gejala kulit bisa muncul tanpa infeksi virus corona, sehingga para peneliti menegaskan agar warga tidak mendiagnosis sendiri tanpa kepastian ahli medis.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers