web analytics
  

Bagaimana Rasulullah Luapkan Amarah?

Rabu, 6 Mei 2020 15:25 WIB

Ilustrasi -- Warga melakukan salat Asar di selasar masjid, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Jumat (1/5/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemuka agama sekaligus mantan Menteri Agama Quraish Shihab menceritakan, Nabi Muhammad saw pernah marah, bahkan marah besar saat ada tuntunan agama yang dilanggar.

Lantas bagaimana cara Nabi meluapkan amarah? Bagaimana pula mengendalikan amarah?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu terdapat dalam ceramah Quraish Shihab yang diunggah ke kanal Youtube Najwa Shihab pada Selasa (5/5/2020).

"Nabi pernah marah," ujar Quraish Shihab kepada Najwa.

"Tapi tidak terlihat di air mukanya?" tanya Najwa.

AYO BACA : Sabda Rasulullah Soal Pemimpin yang Tak Cium Bau Surga

"Terkadang terlihat kalau itu kemarahan. Beliau marah kalau ada tuntunan agama yang dilanggar dengan sengaja," jawab Quraish Shihab.

Menurut penjelasannya, kalau Nabi Muhammad sudah marah besar, semua orang pasti akan takut.

Quraish Shihab menjelaskan Nabi akan marah besar karena, "Ada yang menghina agama. Diluapkan kemarahannya."

"Boleh jadi dia berdoa: 'Mudah-mudahan Allah membalas dia'," ujar Quraish Shihab.

Namun Nabi Muhammad jarang sekali marah besar. Kemarahan Rasulullah yang sering terlihat ketika memang sudah pada tempatnya.

AYO BACA : Doa dan Zikir dari Rasulullah Agar Terbebas dari Utang

"Beliau marah yang sering terlihat kalau memang sudah pada tempatnya marah, itu hanya di wajahnya ada urat yang nampak di antara kedua matanya," kata Quraish Shihab.

Dalam kesempatan itu, Quraish Shihab juga menjelaskan bagaimana cara mengendalikan amarah.

Ia mengatakan bahwa amarah yang diluapkan tidak pada tempatnya adalah dorongan dari setan. Itu terlihat dari wajah seseorang yang berubah jadi merah padam.

"Orang-orang bijak berkata begini: kalau mau marah silahkan marah tetapi upayakan jangan tampak air muka," kata Quraish Shihab.

"Mau masuk surga? Nabi berkata 'Laa taghdhab walakal Jannah.' Jangan marah kamu dapat surga. Mau surga tidak ini?" ungkapnya.

Lantas bagaimana mengendalikan amarah jika harus terlihat di wajah? Quraish Shihab pun menjawab kalau memang harus tampak di muka, jangan sampai lidah bergerak.

"Kalau harus lidah berucap, jangan sampai melampaui batas. Kalau harus melampaui batas, jangan sampai tangan bergerak. Jadi kan ada bertingkat-tingkat nih orang marah," tutur Quraish Shihab.

Ia melanjutkan, "Agama tidak mau kita marah tidak pada tempatnya. Boleh marah tetapi diukur ditahan itu amarah. Pengendalian amarah itu berkaitan dengan pengendalian nafsu."

AYO BACA : Doa Saat Susah Tidur Sesuai Anjuran Rasulullah

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers