web analytics
  

Kim Jong Un Kecil Ternyata Pernah Sekolah di Swiss dengan Nama Palsu

Rabu, 6 Mei 2020 14:11 WIB
Umum - Internasional, Kim Jong Un Kecil Ternyata Pernah Sekolah di Swiss dengan Nama Palsu, Korea Utara, Kim Jong Un, Swiss

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Vietnam. (Twitter/@whitehouse)

BERN, AYOBANDUNG.COM -- Setelah menjadi perbincangan hangat di dunia selama 3 pekan, Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un akhirnya menepis rumor yang menyebutkan dirinya telah meninggal.

Rumor Kim Jong Un meninggal terpatahkan setelah ia terlihat meresmikan sebuah pabrik, pekan lalu.

Siapa sangka, sebelum menjadi penerus tongkat kepemimpinan Korut dari sang Ayah, Kim Jong Un kecil pernah bersekolah di Swiss.

Kala itu pada 1996, ayahnya, Kim Jong Il mengirim Kim Jong Un yang masih berusia 12 tahun untuk bersekolah di pinggiran Kota Bern, Swiss. Saat itu Korut tengah dilanda bencana kelaparan yang menewaskan hingga 3 juta orang.

Teman sekelasnya di Sekolah Liebefeld-Steinholzli di Bern pada 1998, Joao Micaelo, menggambarkannya sebagai anak pendiam yang bisa temperamental dan terobsesi dengan bola basket, terutama Michael Jordan.

AYO BACA : Dirumorkan Meninggal, Berapa Harta Kekayaan Kim Jong-Un?

Kim Jong Un, kata Micaelo, juga sangat menyukai film-film Hollywood yang dibintangi aktor Jean-Claude Van Damme. "Dia pendiam, tapi dia juga penentu," kata Micaelo dikutip Suara.com dari New York Post, Selasa (5/5/2020).

Di sekolah tersebut Kim Jong Un menggunakan nama palsu "Pak Chol" dan guru-guru di sana diberitahu bahwa dia adalah putra diplomat Korut.

Micaelo mengatakan Kim Jong Un pernah mengaku bahwa dia adalah putra pemimpin Korut. Namun Micaelo tak percaya sampai Kim Jong Il menggantikan ayahnya, Kim Jong Il, sebagai penguasa baru Korut pada 2011.

Michel Riesen, guru Kim Jong Un di Sekolah Liebefeld-Steinholzli, menceritakan Kim Jong Un merupakan pribadi yang baik hati dan humoris.

Riesen mengatakan Kim Jong Un sering berjalan kaki ke sekolah dari rumah sederhana yang ia tinggali bersama bibinya—yang kala itu mengaku sebagai ibu Kim—dan anggota keluarga lainnya, yang tinggal tak jauh dari kedutaan Korut.

AYO BACA : Kim Jong Un Dikabarkan Muncul Lagi setelah Diisukan Meninggal

"Jika saya melihat ke belakang, saya melihat seorang anak lelaki Asia yang ramah dan lembut," kata Riesen kepada NBC New pada 2018.

Sementara menurut sang bibi, Kim Jong Un sangat tergila-gila pada bola basket. Kim Jong Un sering mengenakan kaus NBA, memiliki koleksi sepatu Nike yang mahal, dan mengenakan baju olahraga yang bagus.

Kim Jong Un, lanjut sang Bibi, tidak pernah mengenakan celana jeans. Karena jeans adalah simbol kapitalisme dunia barat yang dibencinya.

Sementara itu Jason Lee, pria kelahiran Korut, yang setahun lebih muda dari Kim Jong Un dan membelot ke Korea Selatan, lalu ke Amerika Serikat pada 2014, mengatakan banyak rakyat Korut sangat terkungkung.

"Tidak ada yang bisa mengakses internet di Korut. Tapi mereka bisa melakukannya ketika mereka ke luar dari sana," kata Lee yang kini tinggal di Washington DC.

"Masyarakat Korut tahu mitologi keluarga Kim Jong Un itu palsu. Tapi mereka tidak bisa menentangnya. Seluruh keluarga mereka akan dihukum jika menentang. Mereka menyebutnya aturan tiga generasi," ungkapnya.

 

AYO BACA : Kim Jong-un Diisukan Wafat, Siapa Sosok Kuat Penggantinya?

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers