web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pandemi Covid-19, Angka DBD di Kabupaten Bandung Turun Drastis

Rabu, 6 Mei 2020 13:07 WIB Mildan Abdalloh

Ilustrasi nyamuk demam berdarah.(pixabay)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Musim hujan dan pancaroba menjadi kewaspadaan terhadap demam berdarah dengue (DBD). Biasanya saat musim pancaroba seperti saat ini, terjadi lonjakan masyarakat terjangkit penyakit yang disebarkan melalui nyamuk aedes aegypti tersebut.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Agus Kukuh, mengatakan kenaikan angka DBD saat musim hujan dikarenakan potensi pertumbuhan nyamuk yang tinggi.

"Musim hujan itu kan banyak genangan air, baik dari sampah, maupun tempat penampungan di rumah tangga yang jarang dibersihkan. Jadi biasanya saat seperti sekarang terjadi peningkatan," tutur Agus, Rabu (6/5/2020).

Walaupun saat ini musim hujan, namun angka DBD di Kabupaten Bandung cenderung mengalami penurunan. Bahkan dalam dua bulan terkahir penurunan mencapai 50% lebih.

Pada Maret lalu, Dinas Kesehatan mencatat 153 kasus DBD, namun pada April jumlahnya menurun menjadi 72 kasus.

Penurunan DBD tersebut, dimungkinkan terjadi karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan PHBS dan bersih-bersih rumah. Beberapa kebijakan yang dikeluarkan saat pandemi Covid-19, seperti PSBB dan WFH menjadikan masyarakat mencari kesibukan di rumah.

"Adanya WFH ini masyarakat jadi sering bersih-bersih, juga pemilik burung yang biasanya malas membersihkan tempat minum burung, sekarang jadi sering membersihkannya," ujarnya.

Dia berharap kebiasaan saat pandemi seperti rajin bersih-bersih terus berlanjut. Dengan demikian, bukan hanya DBd akan berkurang, tetapi penyakit lain yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan juga bisa ditekan.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers