web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pandemi Covid-19, Citarum Jadi Lebih Bersih

Selasa, 5 Mei 2020 18:24 WIB Mildan Abdalloh

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir berdampak positif terhadap lingkungan di DAS Citarum.

Dansektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Purwadi mengatakan, walaupun secara ekonomi berdampak negatif bagi masyarakat, namun dari sisi lingkungan terutama pencemaran sungai, dalam satu bulan terakhir terjadi perbaikan ekosistem sungai Citarum.

Hal tersebut dikarenakan, banyak industri yang mengurangi produksi sehingga dari sisi lingkungan mengalami perbaikan.

"Citarum jadi lebih bersih. Di sektor 7, satu pekan terakhir hampir semua industri tutup, terutama garmen dan tekstil," tutur Purwadi, Selasa (5/5/2020).

Industri tekstil yang masih beroperasi hanya tinggal satu atau dua pabrik saja, itu pun karena mendapat pesanan bahan APBD dari BNPB untuk memenuhi kebutuhan.

"Ada juga industri bahan makanan," ujarnya.

Walaupun banyak industri yang mengurangi atau menghentikan produksi, bukan berarti Satgas Citarum Harum bisa berleha-leha. Pasalnya masih ada sumber pencemaran yang jumlahnya tidak kalah banyak dibanding industri.

"Masalah yang dihadapi saat ini adalah sampah dari rumah tangga. Apalagi sekarang musim hujan, banyak sampah dari rumah tangga yang terbawa arus saat hujan," ujarnya.

AYO BACA : Satgas Citarum Harum Salurkan Bantuan Ribuan Paket Sembako

Dilain sisi, pihaknya mendapat hambatan dalam melalukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Sosialsiasi jadi agak terhambat karena saat ini tidak boleh mengumpulkan orang dalam jumlah banyak," ujarnya.

Petugas sosialisasi terpaksa harus bekerja ekstra untuk menghindari kerumunan orang.

Upaya operasi pengangkatan sampah di DAS Citarum juga terus dilakukan oleh Satgas Citarum Harum di Lapangan.

Pandemi Covid-19, Citarum Jadi Lebih Bersih

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir berdampak positif terhadap lingkungan di DAS Citarum.

Dansektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Purwadi mengatakan, walaupun secara ekonomi berdampak negatif bagi masyarakat, namun dari sisi lingkungan terutama pencemaran sungai, dalam satu bulan terakhir terjadi perbaikan ekosistem sungai Citarum.

Hal tersebut dikarenakan, banyak industri yang mengurangi produksi sehingga dari sisi lingkungan mengalami perbaikan.

AYO BACA : Pemerintah Bantu Warga Terdampak Covid-19 di DAS Citarum

"Citarum jadi lebih bersih. Di sektor 7, satu pekan terakhir hampir semua industri tutup, terutama garmen dan tekstil," tutur Purwadi, Selasa (5/5/2020).

Industri tekstil yang masih beroperasi hanya tinggal satu atau dua pabrik saja, itu pun karena mendapat pesanan bahan APBD dari BNPB untuk memenuhi kebutuhan.

"Ada juga industri bahan makanan," ujarnya.

Walaupun banyak industri yang mengurangi atau menghentikan produksi, bukan berarti Satgas Citarum Harum bisa berleha-leha. Pasalnya masih ada sumber pencemaran yang jumlahnya tidak kalah banyak dibanding industri.

"Masalah yang dihadapi saat ini adalah sampah dari rumah tangga. Apalagi sekarang musim hujan, banyak sampah dari rumah tangga yang terbawa arus saat hujan," ujarnya.

Dilain sisi, pihaknya mendapat hambatan dalam melalukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Sosialsiasi jadi agak terhambat karena saat ini tidak boleh mengumpulkan orang dalam jumlah banyak," ujarnya.

Petugas sosialisasi terpaksa harus bekerja ekstra untuk menghindari kerumunan orang.

Upaya operasi pengangkatan sampah di DAS Citarum juga terus dilakukan oleh Satgas Citarum Harum di Lapangan.

AYO BACA : Warga di DAS Citarum Harus Berperan Aktif Lawan Covid-19

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers