web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Siap-siap! 30% Daerah akan Alami Kemarau yang Lebih Kering

Selasa, 5 Mei 2020 11:07 WIB

Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, 30% wilayah yang masuk zona musim akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya. Kondisi ini harus diantisipasi karena akan berdampak pada ketersediaan serta stabilitas harga bahan pangan.

Apalagi, tambahnya, Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) juga telah memperingatkan mengenai potensi terjadinya krisis pangan dunia. Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok di Istana Merdeka, Selasa (5/5).

AYO BACA : Kiat Peringati Hardiknas di Rumah dari Wakil Wali Kota Bekasi

“Urusan yang berkaitan dengan musim kemarau betul-betul harus kita hitung benar-benar. Karena berdasarkan prediksi dari BMKG, 30% wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya,” jelas Jokowi.

Jokowi menekankan agar stok dan stabilitas harga pangan tak terganggu. Karena itu, ia menginstruksikan agar menyiapkan ketersediaan air di daerah sentra produksi pertanian.

AYO BACA : Kisah Karier Didi Kempot, dari Jalanan hingga ke Panggung Eropa

Presiden juga meminta agar petani mempercepat musim tanam dengan memanfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. Karena itu, ketersediaan sarana pertanian pun harus disiapkan seperti bibit dan pupuk dengan harga yang terjangkau. Selain itu, pemberian stimulus ekonomi untuk para petani juga dimintanya agar lebih diperdalam kembali.

Untuk menjaga harga gabah dari petani menjadi lebih baik, Jokowi juga meminta Bulog agar membeli gabah langsung dari petani.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/03kYfQTxeJk" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : BPS: Data Tunggal Produksi Pangan Telah Digunakan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers