web analytics
  

Pria Obesitas Berisiko Tinggi Alami Kematian Akibat Covid-19

Senin, 4 Mei 2020 10:45 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Pria Obesitas Berisiko Tinggi Alami Kematian Akibat Covid-19, virus corona, virus corona cina, virus di cina, penyakit menular di cina, bandara husein sastranegara, Wuhan, corona di indonesia, obesitas, pria obesitas

Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Para peneliti dan pakar medis dari seluruh dunia terus melakukan pencarian untuk mengumpulkan informasi tentang virus corona atau Covid-19, bagaimana hal itu mempengaruhi tubuh, dan cara-cara terbaik untuk mengatasinya.

Ibu hamil, lansia, orang dengan gangguan kesehatan kronis, perokok, dan lainnya dimasukkan ke dalam kategori berisiko tinggi. Belakangan, berbagai penelitian juga menemukan bahwa pria lebih mungkin terinfeksi virus corona daripada wanita. Perkembangan terbaru juga menyebutkan obesitas sebagai faktor risiko.

Sebuah penelitian di Inggris juga menemukan bahwa orang gemuk, terutama pria, berisiko tinggi mengalami kematian akibat infeksi virus corona. Seperti dilansir laman Times Now News, penelitian ini kabarnya melibatkan 16.749 pasien dari 166 rumah sakit di Inggris.

AYO BACA : Risiko Obesitas Anak Akan Tinggi Jika Tidur Lebih dari Pukul 9 Malam?

Dari hasil penelitian terungkap bahwa virus corona lebih mematikan bagi pasien pria atau obesitas. Pasien laki-laki dan obesitas, menurut penelitian ini, berisiko lebih tinggi meninggal karena infeksi Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona tipe baru, yang sekarang disebut SARS-CoV-2.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Edinburgh, Universitas Liverpool, dan Imperial College, London.  Menurut penelitian tersebut, menjadi gemuk dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan karena Covid-19, sebuah pengamatan yang tidak dilakukan di tempat asal virus, yakni di China.

Bisa jadi, itu tak menjadi fokus di China karena Negeri Tirai Bambu itu memiliki tingkat obesitas jauh lebih sedikit daripada di Inggris. Obesitas dipandang sebagai faktor risiko pada semua kelompok umur.

AYO BACA : Jus Jeruk Bisa Atasi Diabetes dan Obesitas? Ini Kata Peneliti

"Meskipun angka kematian yang disesuaikan dengan usia terpantau tinggi pada orang tua, sebagian besar pasien dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19 dan belum tentu akan meninggal jika tidak obesitas," demikian penelitian yang dipublikasikan di medRxiv.

Mengapa kelebihan berat badan merupakan faktor risiko untuk pasien Covid-19? Obesitas diketahui sebagai faktor risiko untuk berbagai kondisi kronis seperti, diabetes tipe 2, kanker, dan lainnya.

Oleh karena itu, obesitas dapat menjadi penyebab di balik lebih banyak kondisi kesehatan, yang juga meningkatkan risiko kematian karena Covid-19. Selain itu, para peneliti menemukan bahwa obesitas dapat menimbulkan badai sitokin di dalam tubuh -- reaksi sistem kekebalan tubuh, yang dianggap bertanggung jawab oleh berbagai dokter dan ahli atas kematian akibat Covid-19.

Menurut peneliti, orang gemuk dapat menderita penurunan fungsi paru karena peradangan pada jaringan adiposa, yakni jaringan lemak di bawah kulit dan di sekitar organ dalam. Kondisi ini dapat memicu badai sitokin dan menyebabkan kematian.

AYO BACA : Peneliti Sebut Gigi yang Rusak Berkaitan dengan Obesitas

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers