web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Selat Sunda Diguncang Gempa Magnitudo 5,3

Minggu, 3 Mei 2020 15:15 WIB Fira Nursyabani

Shakemap gempa bumi tektonik di Selat Sunda, Minggu (3/5/2020). (Dok. BMKG)

LAMPUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wilayah Selat Sunda diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu (3/5/2020), pukul 14.06 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo 5,3, yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi 5,0.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, episenter gempa bumi itu terletak pada koordinat 6.37 LS dan 104.63 BT. Gempa tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 km arah Selatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada kedalaman 62 km. 

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktifitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault)," ujar Rahmat dalam keterangan resminya yang diterima Ayobandung.com, Minggu (3/5/2020).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Kotaagung dan Punduk Pidada III MMI, di Panimbang, Binuangeun, Malingping II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu )

Getaran juga dirasakan di Bandar Lampung, Munjul, Cijaku, Natar II MMI dan Liwa I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

AYO BACA : Benarkah Kemunculan Ribuan Cacing Jadi Pertanda Gempa?

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak berpotensi tsunami. 

Hingga pukul 15.00 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). 

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Masyarakat diminta memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. 

 

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/ERj5G1HLUgc" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : Menguak Misteri Sumber Suara Dentuman di Jabodetabek

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers