web analytics
  

Obat Alternatif Covid-19 Terus Bermunculan, Khasiat Belum Terbukti

Minggu, 3 Mei 2020 05:00 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Obat Alternatif Covid-19 Terus Bermunculan, Khasiat Belum Terbukti, Obat corona, obat Alternatif, Covid-19, Khasiat, Terbukti,

Ilustrasi. (Pixabay/Michal Jarmoluk)

SLEMAN, AYOBANDUNG.COM -- Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati meminta masyarakat lebih bijaksana merespons maraknya promosi obat-obat alternatif atau herbal untuk mencegah Covid-19. Dia mencermati, banyak obat alternatif yang muncul selama pandemi Covid-19.

"Selama pandemi Covid-19, banyak bermunculan obat alternatif yang diklaim bisa mengatasi virus ini, namun masyarakat perlu lebih cemat dan bijak memilih produk-produk alternatif di pasaran," kata Zullies, Kamis (30/4/2020).

Zullies mengatakan, kemunculan produk-produk ini berawal dari keprihatinan belum adanya obat untuk Covid-19 yang benar-benar direkomendasikan. Namun, aneka obat yang ditawarkan itu belum memiliki bukti ilmiah mampu atasi Covid-19.

Bahkan, menurut Zullies, klaim khasiat obat alternatif tersebut sulit diterima dengan logika ilmiah. Dia mengingatkan, walau seakan ada bukti kesembuhan, itu sejatinya hanyalah testimoni segelintir orang saja, sehingga sangat kurang mendukung kemanjuran obat-obat itu dalam mengatasi Covid-19.

Terlebih, Covid-19 di sebagian orang dengan kekebalan tubuh kuat malah tidak memberi gejala dan jadi penyakit yang bisa sembuh sendiri. Di sisi lain, keterlambatan masyarakat mendapat obat yang tepat dapat menunda kesembuhan.

Akibatnya, bahkan bisa fatal ketika virus itu tetap bereplikasi secara cepat di tubuh pasien. Karenanya, Zullies mengimbau masyarakat agar lebih cermat dan bijaksana memilih produk-produk alternatif yang beredar di pasaran.

"Inovasi-inovasi obat baru untuk Covid-19 tentu sangat diapresiasi dan diharapkan, tapi harus tetap berada dalam koridor ilmiah yang dapat ditelusuri dan dibuktikan," ujarnya.

Zullies membenarkan, Indonesia sangat kaya akan tanaman obat yang berpotensi untuk mengatasi Covid-19. Namun, aturan dalam pengembangan obat baru dari herbal tetap harus mengikuti kaidah ilmiah yang berlaku.

Sumber obat herbal sedikit berbeda dengan obat sintetik, yaitu berasal dari pengalaman empiris bertahun-tahun. Jamu-jamu atau ramuan tradisional banyak daerah umumnya berasal dari pengalaman orang menggunakannya bertahun-tahun untuk penyakit tertentu.

Selain pengalaman empirik, ada sumber obat herbal yang berupa suatu inovasi baru. Misalnya, kulit manggis atau kulit jeruk yang dulunya tidak digunakan masyarakat, tapi berdasarkan penelitian ternyata memiliki manfaat obat.

Herbal ini ada yang diolah masyarakat untuk dikonsumsi sendiri, seperti jamu. Ada pula yang diolah lebih modern, diformulasi dengan bahan-bahan lain dan disajikan secara modern seperti dalam bentuk kapsul atau tablet.

Sebagian menjadi obat herbal terstandar setelah menjalani secara praklinik kepada hewan dan uji klinis kepada manusia.

"Jika sudah diujikan secara klinis kepada manusia, dan terbukti kemanjuran dan keamanannya, maka obat herbal dapat didaftarkan sebagai fitofarmaka," kata Zullies.

Untuk memilih obat, Zullies menyarankan menggunakan obat-obat herbal yang telah terdaftar di BPOM. Untuk memastikan produk-produk telah terdaftar dan ada nomor izin edar bisa lewat aplikasi BPOM https://cekbpom.pom.go.id/ atau Halo BPOM.

Zullies mengingatkan, jika ada satu produk yang didaftarkan sebagai pangan, maka produk tersebut tidak bisa memiliki izin edar lain. Apalagi, sebagai suplemen kesehatan atau bahkan obat pada saat yang sama.

"Jadi, jika ada produk pangan yang diklaim memiliki efek pengobatan, maka itu perlu dipertanyakan," ujar Zullies.

Di lain sisi, Zullies mengingatkan agar masyarakat tak  langsung percaya kepada produk dengan klaim bombastis dan mekanisme pengobatan yang tidak jelas. Tanyakan terlebih dulu ke ahli-ahli obat, misal kepada apoteker di apotek, rumah sakit, atau institusi pendidikan farmasi.

Demikian pula saat mendapati adanya promosi obat atau produk herbal yang tidak jelas kandungannya. Zullies menyerukan agar masyarakat berhati-hati. Sebab, dimungkinkan ada kandungan produk itu yang harus dihindarkan pada penyakit tertentu yang diidap seseorang.

Untuk memastikan keamanan, menurut Zullies, masyarakat dapat berkonsultasi pada apoteker dan meminta saran produk yang lebih terjamin keamanannya. Pastikan kalau produk obat yang dikonsumsi itu jelas kandungannya dan aman.

"Semoga kita semua terhindar dari penggunaan obat-obat alternatif yang tidak tepat selama masa pandemi dan juga terhindar dari penyakit Covid-19," kata Zullies.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Waspada! Sakit Tenggorokan Jadi Gejala Umum Varian Baru Covid-19

Sehat Kamis, 28 Januari 2021 | 14:59 WIB

Waspada! Sakit Tenggorokan Jadi Gejala Umum Varian Baru Covid-19

Gaya Hidup - Sehat, Waspada! Sakit Tenggorokan Jadi Gejala Umum Varian Baru Covid-19, Sakit Tenggorokan,gejala baru covid-19,COVID-19,batuk

Minum Kopi Bisa Perpanjang Harapan Hidup? Ini Penjelasannya

Sehat Kamis, 28 Januari 2021 | 14:47 WIB

Beredar kabar apakah benar meminum kopi dapat memperpanjang harapan hidup?

Gaya Hidup - Sehat, Minum Kopi Bisa Perpanjang Harapan Hidup? Ini Penjelasannya, Minum Kopi,Kopi,Kafein,harapan hidup,penyakit kardiovaskular,Penyakit Jantung

5 Pola Hidup yang Harus Dilakukan Penderita Diabetes

Sehat Kamis, 28 Januari 2021 | 13:11 WIB

dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD mengingatkan jika dalam keluarga memiliki riwayat diabetes, maka ia lebih berisiko terkena dia...

Gaya Hidup - Sehat, 5 Pola Hidup yang Harus Dilakukan Penderita Diabetes, pola hidup sehat,menjaga pola hidup sehat,Diabetes,kencing manis,dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD,Perbanyak konsumsi sayur dan buah,Olahraga dan aktifitas fisik,Olahraga dan aktivitas fisik,Menjaga berat badan ideal

9 Kebiasaan Makan yang Berdampak Buruk untuk Kesehatan

Sehat Kamis, 28 Januari 2021 | 12:10 WIB

Para peneliti mengatakan kebiasaan memiliki pengaruh yang baik dan buruk dalam hidup seseorang, termasuk soal makan. Ad...

Gaya Hidup - Sehat, 9 Kebiasaan Makan yang Berdampak Buruk untuk Kesehatan, Kebiasaan makan,Makanan buruk untuk kesehatan,makanan sehat,makanan tidak sehat,kebiasaan baik untuk kesehatan

10 Cara Sederhana Turunkan Berat Badan dengan Waktu Cepat

Sehat Kamis, 28 Januari 2021 | 11:34 WIB

10 Cara Sederhana Turunkan Berat Badan dengan Waktu Cepat

Gaya Hidup - Sehat, 10 Cara Sederhana Turunkan Berat Badan dengan Waktu Cepat, cara turunkan berat badan, menurutkan berat badan,Berat Badan,turunkan berat badan,Tips Kesehatan

6 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksinasi Covid-19

Sehat Kamis, 28 Januari 2021 | 11:31 WIB

Indonesia telah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk mengakhiri pandemi. Setelah memvaksin kelompok prioritas sepert...

Gaya Hidup - Sehat, 6 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksinasi Covid-19, vaksin corona,Vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19,Hal yang harus dilakukan sebelum vaksinasi,Persiapan vaksinasi,Persiapan sebelum disuntik vaksin

Diabetes Bisa Didiagnosis Lewat Kulit, Ini 5 Ciri-cirinya

Sehat Kamis, 28 Januari 2021 | 10:40 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes dan 1,6 juta ke...

Gaya Hidup - Sehat, Diabetes Bisa Didiagnosis Lewat Kulit, Ini 5 Ciri-cirinya, Diabetes,mencegah diabetes,cara mengobati diabetes,Gejala Diabetes,Gejala Diabetes Tipe 2,Obat Diabetes

Waspada! Hand Sanitizer Bisa Berbahaya Bagi Mata Anak

Sehat Rabu, 27 Januari 2021 | 22:03 WIB

Menggunakan hand sanitizer selama ini dipercaya mampu mencegah penularan virus corona. Tapi, sebuah studi baru-baru ini...

Gaya Hidup - Sehat, Waspada! Hand Sanitizer Bisa Berbahaya Bagi Mata Anak, Hand sanitizer,Bahaya Hand Sanitizer,Mata Anak

artikel terkait

dewanpers