web analytics
  

Ibu Masak Batu Bohongi Anaknya yang Kelaparan saat Pandemi Corona

Jumat, 1 Mei 2020 14:41 WIB
Umum - Internasional, Ibu Masak Batu Bohongi Anaknya yang Kelaparan saat Pandemi Corona, kelaparan, masak batu, virus corona, dampak corona, covid-19,

[Ilustrasi] Seorang ibu di Kenya terpaksa memasak batu untuk membohongi anaknya yang terus menangis karena kelaparan. (Mahyuddin/Modusaceh.co)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Seorang ibu di Kenya terpaksa memasak batu untuk membohongi anaknya yang terus menangis karena kelaparan.

Ibu bernama Peninah Bahati Kitsao. Peninah dan keluarganya kekurangan bahan makanan karena kesulitan mendapatkan pekerjaan saat pandemi corona.

Seperti diberitakan BBC, Jumat (1/5/2020), Peninah Bahati Kitsao merupakan ibu 8 anak yang telah menjanda sejak setahun lalu. Suaminya meninggal setelah dibunuh anggota geng.

Bersama anak-anaknya, Kitsao mendiami sebuah rumah sederhana dengan dua kamar tidur, tanpa air dan listrik, di kota Mombasa, kota terbesar kedua di Kenya.

Peninah dulunya bekerja sebagai tukang cuci pakaian. Namun sejak pandemi menghantam, dia kesulitan mendapatkan orderan.

Menurut laporan NTV, perempuan ini nekat memasak batu guna membuat anak-anaknya percaya bahwa dirinya tengah menyiapkan makanan.

Tetangganya, Prisca Momanyi, menyambangi rumahnya setelah mendengar anaknya menangis. Kaget melihat kondisi Peninah, Momanyi mengabarkan keadaan ibu ini ke media.

Selain itu, Momanyi membukakan rekening bank untuk Kitsao, mengingat ibu ini tidak bisa baca tulis.

Melalui rekening inilah, Peninah menerima bantuan yang belakangan banyak berdatangan.

Mengetahui banyak pihak yang memberikannya bantuan, Kitsao menyebutnya sebagai sebuah keajaiban.

"Saya tidak percaya bahwa warga Kenya begitu penuh kasih, saya menerima panggilan dari penjuru negeri dan bertanya bagaimana mereka bisa membantu," kata Kitsao kepada Tuko.

Kitsao dan warga Kenya dengan penghasilan rendah lain, mulai kesulitan menghasilkan uang sejak pemerintah Kenya mulai memberlakukan kebijakan-kebijakan guna menekan sebaran Covid-19 seperti larangan keluar-masuk beberapa kota.

Afrika Timur kini telah mencatat adanya 395 kasus Covid-19 dengan 17 kematian.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers