web analytics
  

Begini Kondisi Bandung Zoo yang Mati Suri Selama Pandemi Covid-19

Kamis, 30 April 2020 18:26 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Wisata, Begini Kondisi Bandung Zoo yang Mati Suri Selama Pandemi Covid-19, Bandung Zoo, Kebon Binatang, Bonbin, Dampak Corona, Covid-19,

Rusa, salah satu binatang di Bandung Zoo. (Ayobandung.com/Nur Khansa)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Sudah satu bulan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo di Jalan Tamansari, Kota Bandung, ditutup untuk umum. Pintu masuk utama yang kerap ramai hingga membuat kemacetan di akhir pekan, kini tertutup rapat.

Suasana sunyi diiringi suara jangkrik yang bersahutan menyambut Ayobandung.com ketika diizinkan masuk melalui utama, Kamis (30/4/2020). Bangku dan meja di area pujasera saling bertumpuk, area panggung pertunjukan hewan pun kosong.

Bila dibandingkan dengan hari-hari biasanya, suara para hewan penghuni taman seluas 14 hektar tersebut terdengar lebih jelas. Tanpa riuh pengunjung dan musik-musik yang diputar di area wahana anak, menyusuri Bandung Zoo siang itu tak ubahnya berjalan di sisi hutan.

"Binatang-binatang juga kelihatannya lebih tenang," ungkap Humas Bandung Zoo, Aan Sulhan.

Tak heran, di waktu normal, jumlah kunjungan Bandung Zoo bisa mencapai ribuan orang per-hari. Agaknya, kondisi nol pengunjung selama satu bulan belakangan cukup memengaruhi para hewan.

Pengaruh tersebut sayangnya juga harus dirasakan hingga ke urusan perut mereka. Saat ini, Aan menyebutkan, penyesuaian pemberian pakan terpaksa harus dilakukan demi menghemat stok pangan di tengah pandemi.

"Dalam satu bulan kebutuhan pangan hewan di Bandung Zoo hampir mencapai Rp300 juta. Sekarang sudah dikurangi, porsi makanan hewan juga dikurangi tapi masih sesuai dengan standar gizi mereka," ungkapnya.

Dengan skema berhemat seperti saat ini, Bandung Zoo hanya sanggup memberi asupan makanan kepada para binatangnya hingga Juli mendatang. Bila lewat masa itu pendapatan alternatif belum juga diperoleh, pihak pengurus mau tidak mau harus mengorbankan sejumlah hewan untuk dimangsa hewan lainnya.

"Kalau sampai Juli makanan masih kurang, ya terpaksa binatang seperti rusa tutul atau jenis burung-burung yang tidak dilindungi akan diberikan ke hewan karnivora seperti macan tutul Jawa atau harimau Sumatera," ungkapnya.

Dia mengatakan, bila kondisi mendesak, pihaknya akan memprioritaskan untuk menghidupi hewan-hewan endemik Indonesia yang keberadaannya sudah sedikit. Sementara pasokan makanan untuk hewan omnivora lebih mudah didapat.

"Kita kan juga menanam rumput, dan ada pohon-pohon seperti pohon nangka atau pohon kupu-kupu. Daunnya bisa dikasih ke tapir, misalnya," jelasnya.

Namun, Aan mengaku saat ini pihaknya mulai  mendapat titik terang. Beberapa elemen masyarakat mulai berinisiatif menggerakan penggalangan dana.

AYO BACA : Terdampak Covid-19, Puluhan Pekerja Bandung Zoo Dirumahkan

"Kemarin sudah ada YouTuber juga yang ke sini, bikin ajakan untuk berdonasi. Sempat ada juga warga yang bawa buah-buahan untuk pakan hewan," ungkap Aan.

Selain itu, dia mengatakan, Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) juga telah menyurati pihak Kementerian Kehutanan sebagai permohonan bantuan. Pasalnya, kondisi serupa juga dialami oleh kebun binatang-kebun binatang lainnya di seluruh Indonesia.

Pegawai Dirumahkan

Maksum (47), petugas Bandung Zoo yang sehari-harinya mengurus area aviary atau kubah burung mengaku tidak pernah melihat kebun binatang tersebut sesepi sekarang. Maksum telah bekerja di sana sejak 1989, ketika dirinya baru berusia 15 tahun.

"Dulu juga saya sempat ngalamin waktu ada wabah anthrax dan flu burung. Tapi dampaknya cuma pengunjung yang berkurang. Tidak pernah sampai ditutup," ungkapnya ketika ditemui Ayobandung.com di sela istirahat.

Maksum tergolong pegawai yang 'beruntung' karena masih dipilih untuk tetap bekerja. Puluhan rekannya harus dirumahkan sementara akibat minimnya pemasukan Bandung Zoo.

Para pegawai yang dirumahkan tersebut  rata-rata adalah petugas harian yang bekerja di bidang kebersihan, membantu menjaga kandang, dan ticketing. Berdasarkan keterangan Aan, saat ini hanya terdapat 64 pegawai yang bekerja dari total 105 pegawai yang ada.

"Para pegawai harian sudah dirumahkan sementara. Tapi nanti ketika Bandung Zoo dibuka lagi mereka akan dipanggil kembali karena kita pasti butuh orang," ungkap Aan.

Meskipun Maksum masih bekerja, namun berkurangnya personil mau tidak mau menjadikan beban pekerjaannya bertambah. Sementara gaji yang diterima pun diakuinya telah berkurang.

Sebabnya, Maksum dan para pegawai yang masih bekerja hanya diminta untuk bekerja dua hari sekali. Penghasilan yang diterima harian sebesar Rp39.000 tersebut pun otomatis terpotong.

"Beban kerja semakin banyak, uang makin sedikit," ungkap Maksum seraya tertawa.

Saat ini, sejumlah gerakan masyarakat melalui media sosial untuk membantu operasional kebun binatang yang terdampak Covid-19 mulai berjalan. Bandung Zoo juga menerima sumbangan pakan hewan dari warga.

"Kalau ada yang mau menyumbang pakan hewan dipersilakan, misalnya buah-buahan. Bisa langsung datang ke sini atau dititip lewat satpam untuk diberikan ke bagian nutrisi," ungkap Aan.

AYO BACA : Bandung Zoo Musnahkan 263 Hewan yang Diawetkan

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers