web analytics
  

Masjid Agung Baing Yusuf Jadi Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Purwakarta

Rabu, 29 April 2020 12:32 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Ramadhan, Masjid Agung Baing Yusuf Jadi Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Purwakarta, Berita Purwakarta, Purwakarta hari ini, ayoPurwakarta, Masjid Agung Baim Yusuf

Masjid Agung Baim Yusuf Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Masih banyak yang belum mengetahui jika Masjid Agung Baing Yusuf merupakan bukti penyebaran agama Islam di Purwakarta.

Masjid itu pertama kali didirikan oleh Raden H Muhammad Yusuf Bin Jaya Negara atau saat ini dikenal dengan sebutan Syekh Baim Yusuf, pada 1826. Saat itu beliau tengah menyebarkan agama Islam di Purwakarta yang masih bernama Karawang.

Pada masa ke masa, Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta telah mengalami perubahan. Namun hingga kini yang masih dipertahankan adalah empat tiang di dalam dan dua menara di luar masjid.

AYO BACA : Mengenal Syekh Baim Yusuf, Penyebar Agama Islam di Purwakarta

Hal tersebut dibenarkan oleh Dewan Kepengurusan Masjid (DKM) Baing Yusuf Purwakarta Bidang Imaroh, R Sanusi AS. "Waktu itu lokasi ini masih hutan belantara yang dinamai Kampung Babakan Anyar, masjid ini pertama kali dibangun pada 1826," ujar dia, Rabu (29/4/2020).

Pada masa ke masa masjid ini mengalami perubahan. Ia mengatakan, pertama kali direnovasi pada 1830, kemudian kembali direnovasi pada 1926 pada zaman Ibrahim Singadilaga.

"Pada 1955, 1975  juga ada perubahan-perubahan kecil namun tidak merubah keasliannya, dan pada 1979 kemudian diperbaiki oleh Mami Satibidarwis," kata dia.

AYO BACA : Pemuda Purwakarta Ini Rela Jual Tanah Demi Perangi Corona

Namun pada 1994 pada masa pemerintahan Bunyamin Dudih, Masjid Agung Baing Yusuf dibangun ulang untuk menyempurnakan arah kiblat.

Menurutnya, sebetulnya arah kiblat sudah benar namun karena ada pergerakan lapisan bumi yang membuat arah kiblat sedikit berubah. "Pembangunan selesai satu tahun kemudian," kata dia.

Tak sampai di situ, renovasi juga kembali dilakukan pada masa pemerintahan Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan, peruban dilakukan bagian depan masjid. "Pada masa pemerintahan Dedi Mulyadi juga nama masjid ini namanya menjadi Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta," ujar dia.

AYO BACA : Hilangnya Tradisi Munggahan di Waduk Cirata

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers