web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Mengenal Syekh Baim Yusuf, Penyebar Agama Islam di Purwakarta

Rabu, 29 April 2020 10:53 WIB Dede Nurhasanudin

Masjid Agung Baim Yusuf peninggalan Syekh Baim Yusuf telah mengalami perubahan dari tahun ke tahun. (Ayopurwakarta.com/Dede)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sebelum di Purwakarta, Raden H Muhammad Yusuf Bin Jaya Negara menyebarkan agama Islam terlebih dahulu di Banten, Jakarta, Karawang, dan kota kelahirannya, Bogor.

Raden H Muhammad Yusuf Bin Jaya Negara atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Baim Yusuf masih keturunan Prabu Siliwangi ke-21.

AYO BACA : 2 Pedagang di Purwakarta Positif Covid-19 Hasil Rapid Test

Dipilihnya Purwakarta atau pada saat itu masih bernama Karawang untuk mengajak badega atau pengawal Prabu Siliwangi masuk Islam yang waktu itu masih beragama Sunda Wiwitan, yang berada di Kuta Waringin (Pasar Rebo) dan Sindang Kasih.

"Karena masih keturunan Prabu Siliwangi, beliau merasa memiliki tanggung jawab kepada para badega untuk mengajak masuk Islam," ujar Dewan Kepengurusan Masjid (DKM) Baim Yusuf Purwakarta Bidang Imaroh, R Sanusi AS, Rabu (29/4/2020).

AYO BACA : Pemuda Purwakarta Ini Rela Jual Tanah Demi Perangi Corona

Dengan kegigihan syekh dalam menyebarkan agama Islam, akhirnya badega dan masyarakat pada umumnya masuk agama muslim dan diberikan sebuah buku karangan beliau bernama fikih sunda tasauf sunda.

"Untuk memudahkan syiar, pada 1826 Syekh Baim Yusuf mendirikan masjid ini (Mesjid Agung) yang waktu itu masih hutan belantara, lokasi ini dipilih karena dekat dengan Sindang Kasih dan Kuta Waringin," kata dia.

Syekh Baim Yusuf menyebarkan Islam di Purwakarta selama 119, atau sejak 1826 hingga meninggal pada 1945.

Syekh Baim Yusuf dimakamkan di sekitar Masjid Agung yang berlokasi tak jauh dari Kantor Pemerintahan Pemkab Purwakarta. Makam tersebut kini menjadi wisata religi di Purwakarta.

"Masjid ini merupakan peninggalan beliau sekaligus salah satu bukti penyebaran agama Islam di Purwakarta, meski telah mengalami perubahan dari tahun ke tahun," kata R Sanusi AS.

AYO BACA : Dirikan Dapur Umum, Pemkab Purwakarta Bagikan 1.000 Nasi Boks per Hari

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers