web analytics
  

Indramayu Konfirmasi 2 Pasien Baru Covid-19, Salah Satunya Tenaga Medis

Rabu, 29 April 2020 06:00 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Indramayu Konfirmasi 2 Pasien Baru Covid-19, Salah Satunya Tenaga Medis, virus corona, bahaya virus corona, virus corona cina, berita indramayu, indramayu hari ini, ayocirebon

Ilustrasi -- Petugas medis membawa pasien saat simulasi ke Ruang Isolasi Khusus Kemuning Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/3/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Dua warga Kabupaten Indramayu kembali terkonfirmasi positif Covid-19. Seorang di antaranya merupakan tenaga medis di RSUD Indramayu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengungkapkan, kedua pasien Covid-19 itu masing-masing seorang laki-laki berusia 35 tahun dan seorang perempuan berusia 60 tahun.

"Hasil swab kedua pasien ini kami terima pada Senin (27/4/2020) sore dari Labkesda Provinsi Jawa Barat," katanya, Selasa (28/4/2020).

Dari dua orang itu, pasien laki-laki diketahui perawat pada UGD RSUD Indramayu. Sejak sepekan lalu, pasien tersebut demam, namun tanpa gejala fisik lain. 

"Mulai malam tadi (Senin malam), pasien sudah berada di ruang isolasi RSUD Indramayu. Kondisinya baik," ungkap Deden yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu ini.

Sang perawat, lanjutnya, terpapar virus dari salah satu pasien yang pernah ditanganinya. Pasien tersebut sudah lebih dulu dinyatakan positif dan menjadi pasien kedua yang terkonfirmasi positif di Indramayu.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan swab terhadap keluarga dan kontak erat pada keluarga maupun RSUD Indramayu.

Sementara itu, pasien positif lainnya seorang perempuan yang masuk RSUD Pantura MA Sentot Patrol pada 19 April 2020. Saat datang ke UGD, pasien mengalami penurunan kesadaran (koma) dan sesak nafas berat.

Pasien, ungkapnya, kemudian dikonsulkan kepada salah seorang dokter dengan diagnosa stroke hemorhagic DD/penemonia bacterialis.

"Berdasarkan anamnesa, (pasien) termasuk pasien dalam pengawasan (PDP). Terhadapnya dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil negatif dan pro isolasi," terang Deden.

Namun, pasien kemudian meninggal dunia pada 20 April 2020 dengan diagnosa suspect stroke hemorhagic dengan pneumonia bacterialis DD Covid-19.

Setelahnya, dilakukanlah swab untuk pemeriksaan PCR. Pasien tersebut pun telah dimakamkan dengan SOP Covid-19.

"Dari hasil tracing dan tracking, kami dapati pasien berkontak dengan anak dan menantunya yang pulang dari Jakarta," tuturnya.

Dengan penambahan dua pasien itu, total pasien terkonfirmasi positif di Indramayu 4 orang dengan 1 orang meninggal dunia.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers