web analytics
  

Prospek Cerah Porang di Bandung, Jadi Bahan Baku Kosmetik hingga Ramen

Selasa, 28 April 2020 06:30 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Prospek Cerah Porang di Bandung, Jadi Bahan Baku Kosmetik hingga Ramen, Berita cimahi, cimahi hari ini, Tanaman Porang

Ilustrasi tanaman porang. (Dok. Kementan)

CILILIN, AYOBANDUNG.COM -- Tanaman porang mungkin belum begitu populer bagi petani di Kabupaten Bandung Barat. Tanaman jenis umbi-umbian yang memiliki nama latin Amorphopallus oncophillus ini memang kalah pamor dibandingkan jenis umbi-umbian lain seperti singkong dan ubi.

Namun, para petani di Kabupaten Bandung Barat saat ini sudah mulai membudidayakannya. Siapa sangka, porang ternyata diminati pasar ekspor.

"Permintaan terbesar datang dari Cina, Korea, Taiwan, dan Jepang," kata Beben, petani porang dari Kampung Pasir Nangka,  RT 002/RW 015,Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Senin (27/4/2020).

Perlu diketahui, porang bisa diolah menjadi tepung untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, kosmetik, sampai bahan baku ramen. 

"Saya baru mencoba menanam porang sekitar 2,5 bulan ini.  Baru 10.000 batang yang ditanam, maunya sih lebih banyak tapi terkendala permodalan," kata pria kelahiran 1961 tahun ini. 

Ia memilih menanam porang karena prospeknya cerah bagi peningkatan kesejahteraan petani. Hal itu disebabkan tingginya permintaan ekspor. 

"Peluang ekspornya cukup menggiurkan. Apalagi porang hanya bisa tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia, itu berarti peta persaingan untuk memenuhi pasar ekspor hanya dengan negara-negara tropis saja," paparnya.

Ia mengklaim porang yang ia tanam menjadi yang pertama di Kabupaten Bandung Barat.  Jika penanaman berhasil, baik dari segi proses menanam, panen, sampai pemasaran, maka petani lain diharapkan dapat mengikuti.

"Sampai sekarang, saya tidak mengalami hambatan berarti. Ya, mudah-mudahan sampai memetik hasil panen berjalan lancar. Begitupun dengan pemasaran hasil panen semoga tidak mengalami kendala. Sebab kalau ini berhasil, petani di Bandung Barat dapat mencontoh," tuturnya. 

Menurutnya, porang  bisa ditana  di lahan bekas tanaman padi, cabai dan sayur mayur lainnya, atau pun di lahan baru. Dibandingkan jenis umbi lainnya, porang memiliki harga jual yang tinggi. 

Untuk yang masih basah harganya berkisar antara Rp3.000 sampai Rp15.000 per kilogram. Sedangkan yang sudah kering mencapai Rp25.000 sampai Rp 50.000 per kilogram.   

"Jika sudah dijadikan tepung harga jualnya lebih tinggi lagi. Berkisar antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000 per kilogram," tuturnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers