web analytics
  

Cerita Penamaan Stadion Si Jalak Harupat

Minggu, 26 April 2020 15:03 WIB Mildan Abdalloh
Olahraga - Sport, Cerita Penamaan Stadion Si Jalak Harupat, si jalak harupat, penamaan si jalak harupat, stadion si jalak harupat, sejarah penamaan si jalak harupat,

Stadion Si Jalak Harupat. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi) (Raisan Al-Faritsi/Antara)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Stadion si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung dibangun pada 2003 dan rampung pada 2005 atau semasa kepemimpinan Obar Sobarna, Bupati Bandung kala itu.

Nama si Jalak Harupat diambil dari nama Pahlawan asal Kabupaten Bandung, Otto Isnkadar Di Natta yang memiliki julukan si Jalak Harupat.

Namun tidak banyak orang tahu, siapa pemberi nama Stadion kebanggan warga Kabupaten Bandung yang selalu menjadi home base Persib Bandung tersebut.

Nama si Jalak Harupat diberikan oleh seorang warga Baleendah, Kabupaten Bandung, Agustin Purnawan. Pria yang sekarang berusia 48 tahun yang akrab disapa Apun tersebut merupakan pemenang sayembara penamaan stadion yang akan dibangun Pemkab Bandung.

"Lupa-lupa ingat, sayembaraya antara 2001 atau 2002," ujar Apun kepada Ayobandung.com, Minggu (26/4/2020).

Waktu itu, Apun melihat sebuah pengumuman di sebuah koran lokal Bandung mengenai penyelenggaraan sayembara penamaan Stadion yang akan dibangun Pemkab Bandung. Pihak Pertamwil Kabupaten Bandung akan memberi hadiah sebesar Rp10 juta bagi pemenang sayembara.

Awalnya Apun hanya menanggapi dingin sayembara tersebut, namun rekan-rekan kerjanya memanasinya untuk turut sayembara, karena dia merupakan warga Kabupaten Bandung.

"Jadinya iseng ikutan," ucapnya.

Salah satu kriteria dari sayembara penamaan stadion adalah harus memuat beberapa unsur, seperti pahlawan, semangat, juga lokalitas. Pada awalnya Apun mengaku tidak memiliki ide untuk pemberian nama, namun dia tiba-tiba mengingat salah satu pahlawan asal Kabupaten Bandung Otto Iskandar Di Natta.

AYO BACA : WHO: Pasien Covid-19 yang Sembuh Belum Tentu Kebal Terhadap Virus

Otto Iskandar merupakan pahlawan nasional asli kelahiran Bojongsoang, Kabupaten Bandung. "Sempat mau riset terkait Otto Iskandar Di Natta, sampai pernah pergi ke daerah Lembang yang ada prasasti, ternyata tidak ada cerita atau naskah apapun mengenai Otto. Akhirnya ngambil referensi dari buku sejarah SD," katanya.

Berbekal referensi dari buku sejarah SD, Apun kemudian membuat penjabaran dari bahan nama yang akan disayembarakan. Jika memberi nama Otto Iskandar Di Natta, Apun beranggapan terlalu kaku, sehingga julukan Otto lah yang dipilih yakni Jalak Harupat.

Namun julukan Jalak Harupat kurang begitu familiar didengar oleh beberpa pihak, sehingga Apun membubuhi nama Otto Iskandar Di Natta dalam ajuan nama sayembara.

"Jadi nama yang saya ajukan itu 'Jalak Harupat (Otto Iskandar Di Natta)'. Harusnya kalau sesuai dengan hasil sayembara ada tanda kurung dan Otto Iskandar Di Natta, tapi hanya si Jalak Harupat yang tertera di stadion," imbuhnya.

Selembar penjabaran terkait nama dan sejumlah keterangan hasil riset kecil-kecilan dari buku sejarah SD, Apun kirimkan kepada panitia sayembara. "Tidak ada keinginan harus menang, atau bagaimana, hanya iseng," ucapnya.

Hingga pada suatu hari, Apun mendapat pesan singkat dari Panitia yang mengabarkan kalau dia menjadi pemenang Sayembara.

"Awalnya diberi tahu lewat SMS, kemudian besoknya ditelepon. Yang nelpon juga minta izin untuk menambahkan kata si. Soalnya dalam ajuan saya tidak ada si, hanya Jalak Harupat (Otto Iskandar Di Natta)," ungkapnya.

Apun mengaku tidak keberatan dengan penambahan kata Si dalam nama ajuannya tersebut, terlebih kata Si diartikan sebagai tanda julukan bagi seseorang.

Uang Hadiah Dibelikan Toren
Senang memang dirasakan Apun ketika mengetahui dirinya menjadi pemenang sayembara penamaan stadion Kabupaten Bandung. Tidak berharap suatu hari namanya juga bisa tercatat dalam sejarah Stadion Si Jalak Harupat.

AYO BACA : Prakiraan 27 Negara Soal Akhir Wabah Corona

"Yang lebih senang lagi ya dapat hadiah Rp10 juta," canda Apun.

Namun hal yang membanggakan bagi Apun adalah dia mampu menjadi pemenang, terlebih ada puluhan peserta yang sebagian besarnya merupakan orang-orang hebat bahkan mungkin mengajukan nama hasil riset mendalam.

Dari puluhan nama sayembara, disaring menjadi 10 sampai ditentukan 3 nama. Jalak Harupat mejadi salah satu nama yang diajukan juri kepada Bupati Bandung kala itu, Obar Sobarna.

"Belakangan, setelah pengumuman, ternyata salah satu juri itu ada Dosen saya di Unpad. Dia juga tidak mengira kalau saya ikut sayembara. Tahu pas pemberian hadiah, saja. Itu juga membanggakan saya," katanya..

Dengan menjadi pemenang, Apun berhak mendapatkan uang sebesar Rp10 juta dari penyelenggara sayembara. Jumlah uang yang lumayan besar pada waktu itu.

"Kebetulan di rumah sedang ada masalah air. Jadinya sebagian uang sayembara itu digunakan untuk membeli jet pump dan toren," imbuhnya.

Si Jalak Harupat Diharapkan Jadi Semangat
Bukan tanpa alasan Otto Iskandar Di Natta diberi julukan Jalak Harupat. Pejuang kemerdekaan tersebut memang seorang yang pantang menyerah dan memiliki keberanian besar.

Apun mengatakan, Jalak Harupat merupakan jenis ayam adu yang memiliki karakter pantang menyerah. "Jadi ayam Jalak Harupat itu karakternya kalau sedang bertarung tidak akan pernah lari. Karakternya lebih baik mati dari pada harus lari. Karakter itu yang juga dimiliki Otto Iskandar Di Natta, sehingga teman-temannya memberi julukan Jalak Harupat kepada beliau," paparnya.

Otto Iskadar Di Natta memang memiliki karakter pejuang yang pantang mundur. Lebih baik berkalang darah dari pada harus menyerah.

Selain sebagai pahlawan asal Kabupaten Bandung, semangat pantang menyerah seprti yang dimiliki ayam Jalak Harupat dan Otto Iskandar Di Natta juga harus dimiliki setiap tim yang bertarung di Si Jalak Harupat.

"Semua tim yang bertanding, harus mengeluarkan seluruh kemampuannya ketika bertanding di Si Jalak Harupat," tegasnya.

Pun dengan suporternya, kata Apun harus memiliki semangat juang seperti Otto Iskandar Di Natta. Tanpa lelah memberi dukungan dan selalu setia. "Jangan sampai kalau tim sedang bagus dipuji, tapi ketika sedang jelek malah turut mencela. Suportor atau bobotoh ini harus memberi semangat kepada tim kesayangan," tutup Apun.

AYO BACA : Dirumorkan Meninggal, Berapa Harta Kekayaan Kim Jong-Un?

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Main Game Bagus untuk Kesehatan Otak lho!

Sport Rabu, 23 Juni 2021 | 13:07 WIB

Bermain game ternyata bagus untuk otak ? Banyak yang beranggapan bermain game tidak bagus untuk kesehatan. Itu jika hany...

Olahraga - Sport, Main Game Bagus untuk Kesehatan Otak lho!, Bermain game,manfaat main game,Main Game,main game selama pandemi

Marc Marquez Juara MotoGP Jerman, Raja Sirkuit Sachsenring

Sport Minggu, 20 Juni 2021 | 21:59 WIB

Seri lanjutan MotoGP 2021, yakni MotoGP Jerman yang dihelat Minggu 20 Juni 2021 malam WIB menjadi saksi comeback terbesa...

Olahraga - Sport, Marc Marquez Juara MotoGP Jerman, Raja Sirkuit Sachsenring, Marc Marquez,MotoGP 2021,MotoGP Jerman,Sirkuit Sachsenring

Liga 1 dan Liga 2 Pasti Digelar Tanpa Penonton

Sport Jumat, 18 Juni 2021 | 13:55 WIB

Selain tanpa penonton, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 nantinya akan terpusat di Pulau Jawa.

Olahraga - Sport,  Liga 1 dan Liga 2 Pasti Digelar Tanpa Penonton, Liga 1,Liga 2,Penonton,Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali

Ditarget Emas Olimpiade, Kevin/Marcus Fokus Jaga Mental

Sport Jumat, 18 Juni 2021 | 13:43 WIB

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menutup Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 dengan sebuah kemenangan. Ganda put...

Olahraga - Sport, Ditarget Emas Olimpiade, Kevin/Marcus Fokus Jaga Mental, Olimpiade Tokyo,PBSI,Kevin/Marcus,bulutangkis indonesia

Begini Cara Tim Bulu Tangkis Indonesia Bersiap Serius ke Olimpiade Tok...

Sport Rabu, 16 Juni 2021 | 10:40 WIB

PBSI akan menggelar laga Simulasi Olimpiade Tokyo yang dimulai pada hari ini (16 Juni 2021) dan Kamis (17 Juni 2021).

Olahraga - Sport, Begini Cara Tim Bulu Tangkis Indonesia Bersiap Serius ke Olimpiade Tokyo 2020, Olimpiade Tokyo 2020,Bulu Tangkis,Indonesia,PBSI

Konsisten Raih Poin, Galang Hendra Pratama Kejar Target 10 Besar

Sport Selasa, 15 Juni 2021 | 19:08 WIB

Konsistensi berjuang ekstra untuk terus menambah poin. membuahkan hasil bagi Galang Hendra Pratama di seri 3 World Super...

Olahraga - Sport, Konsisten Raih Poin, Galang Hendra Pratama Kejar Target 10 Besar, Galang Hendra Pratama,World Supersport (WorldSSP),WorldSSP 2021,Yamaha Racing Indonesia

Ajang Pemanasan, PBSI Gelar Simulasi Olimpiade Tokyo 2020

Sport Selasa, 15 Juni 2021 | 18:31 WIB

Masuk dalam rangkaian persiapan jelang Olimpiade Tokyo 2020, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menggel...

Olahraga - Sport, Ajang Pemanasan, PBSI Gelar Simulasi Olimpiade Tokyo 2020, PBSI,Simulasi Olimpiade Tokyo 2020,Persiapan Olimpiade Tokyo,Timnas Bulu Tangkis Indonesia

Salam Perpisahan PBSI untuk Markis Kido

Sport Selasa, 15 Juni 2021 | 11:30 WIB

Salah satu putra terbaik PBSI, Markis Kido, meninggal dunia hari Senin (14 Juni 2021) malam.

Olahraga - Sport, Salam Perpisahan PBSI untuk Markis Kido, PBSI,Markis Kido,Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia

artikel terkait

dewanpers