web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Gelar Operasi Ketupat Lodaya, Polda Jabar Fokus ke Larangan Mudik

Jumat, 24 April 2020 14:11 WIB Vina Elvira

Ilustrasi -- Petugas memeriksa identitas pengendaraa saat pemberlakuan PSBB di Kota Cimahi, Rabu (22/4/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar mulai melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2020 pada Jumat (24/4/2020) hingga 31 Mei mendatang. Namun, operasi ketupat tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sebab saat ini Indonesia tengah berjuang melawan wabah virus corona.

Kondisi tersebut, turut memengaruhi beberapa kebijakan terkait pelaksanaan operasi yang dilakukan.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi menuturkan, tujuan utama Operasi Ketupat Lodaya tahun ini adalah menjamin keamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19. Hal ini, salah satunya berkaitan dengan pelarangan kegiatan mudik guna mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.

AYO BACA : Polda Jabar Dirikan 97 Titik Check Point Selama PSBB Bandung Raya

“Terjaminnya rasa aman masyarakat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri 1441 Hijriah serta terhindar dari wabah pandemi Covid-19, dan terakhir terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif sebelum, pada saat, dan sesudah Idulfitri 1441 Hijriah di wilayah hukum Polda Jabar,” ujar Rudy dalam keterangannya pada kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapan Ops Ketupat Lodaya 2020 di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (24/4/2020). 

Rudy menambahkan, operasi kamtibmas yang dilakukan akan tetap mengedepankan tindakan preventif dan penegakan hukum, sebagaimana kebijakan dari pemerintah.

“Preventif yang didukung kegiatan penegakan hukum dan bantuan operasi dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam kaitannya dengan pelarangan mudik, guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman,” tambahnya.

AYO BACA : 4.497 Personel Gabungan Dikerahkan Selama PSBB Bandung Raya

Dalam operasi tahun ini, Polda Jabar akan menerjunkan lebih dari 25.000 personel gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Jasa Raharja, dan jasa marga.

“Personel yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2020 dari Polri sebanyak 17.271 personel, TNI dan instansi terkait 12.614 personel jadi jumlah keseluruhan 29.885 personel,” ungkap Rudy.

Sementara itu, dalam pelaksanaanya, Polda Jabar mendirikan sebanyak 1.460 pos penjagaan yang terdiri dari 246 pos pengamanan, 47 pos pelayanan, 212 pos pembatasan atau penyekatan, dan 955 pos Gatur.

Rudy menekankan, pihaknya tidak pernah memiliki pengalaman menghadapi situasi seperti saat ini, maka dari itu, dia meminta masyarakat untuk turut bekerja sama dengan cara tetap menaati setiap peraturan yang ada.

 “Terkait larangan mudik maka harus diberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang situasi wabah saat ini,“ ungkapnya.

AYO BACA : Polda dan Polres Miliki Tim Makamkan Jenazah Covid-19

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers