web analytics
  

Sejumlah Ruas Jalan di Cimahi Ditutup

Jumat, 24 April 2020 13:48 WIB
Bandung Raya - Cimahi, Sejumlah Ruas Jalan di Cimahi Ditutup, psbb cimahi, cimahi, berita cimahi, corona di cimahi

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menutup sejumlah ruas jalan disebabkan masih adanya toko-toko yang beroperasi (Foto: ilustrasi PSBB Kota Cimahi). (Republika)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menutup sejumlah ruas jalan. Hal ini dilakukan karena masih adanya toko-toko yang beroperasi. Toko yang buka tersebut menyebabkan ramai pembeli, padahal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dimulai sejak 22 April.

Sejumlah ruas jalan yang ditutup yaitu Jalan Gandawijaya, Jalan Pesantren (Perbatasan KBB-Cimahi), Jalan Cipageran, Jalan Ciseupan, Jalan Abdul Halim, Jalan Melong Raya, Jalan Gempolsari serta Jalan Sindangsari.

AYO BACA : Oded: Banyak Pelanggaran PSBB di Kota Bandung

Kepala Seksi Angkutan Dishub Kota Cimahi, Ranto Sitanggang, mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan penutupan ruas jalan demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Penutupan dilakukan karena masih banyak masyarakat yang masih membuka toko di Pusat Pertokoan Jalan Gandawijaya.

"Karena jalan Gandawijaya ditutup maka arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Sisingamangaraja pojok," ujarnya, Jumat (24/4).

AYO BACA : Mudik ke Cimahi Saat PSBB, Satu Keluarga Jadi ODP

Ia mengatakan, penjagaan untuk beberapa ruas jalan tersebut sudah dikoordinasikan dengan camat dan lurah. Ranto menambahkan, berdasarkan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, mulai 24 April 2020 angkutan umum tidak boleh beroperasi.

Jika masih ada angkutan umum yang beroperasi maka akan disuruh putar balik. Terkecuali, untuk angkutan karyawan dan angkutan logistik serta mobil jenazah atau ambulance. Selain itu, bagi pengguna kendaraan roda dua wajib memakai masker dan sarung tangan serta tidak boleh berboncengan kecuali satu alamat.

"Apabila pengendara motor tesebut tidak mematuhinya, maka petugas akan menyuruh untuk putar balik mulai tanggal 24 April sampai dengan 7 Mei 2020 diberlakukan sistem persuasif, dengan cara hanya diputar balik," katanya.

Namun setelah tanggal 7 Mei sampai dengan 31 Mei 2020 sudah mulai dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang mengacu pada Undang Nomor 6 Tahun 18 tentang Kekarantinaan Kesehata dengan sanksi terberat denda Rp 100 juta dan kurungan 1 tahun.

AYO BACA : Pelanggar PSBB di Cimahi Bakal Kena Sanksi Isolasi

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers