web analytics
  

Pemkot Bandung Bakal Cabut Izin Usaha Pelanggar PSBB

Kamis, 23 April 2020 19:37 WIB Vina Elvira
Bisnis - Finansial, Pemkot Bandung Bakal Cabut Izin Usaha Pelanggar PSBB, PSBB Kota Bandung, PSBB Bandung Raya, Pelanggaran PSBB, Cabut Izin Usaha, Pemkot Bandung,

Petugas Gabungan dari Gugus Tugas Covid-19 saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dengan memberikan imbauan kepada pelaku usaha di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Ir Juanda, Kota Bandung, Kamis (23/4/2020). Imbauan tersebut dilakukan kepada pusat perbelanjaan, toko, hingga rumah makan yang tetap berjualan serta tidak dikecualikan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pembatan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan sanksi berupa teguran hingga pencabutan izin usaha. (Ayobandung

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung mengancam akan mencabut izin usaha sejumlah toko, bengkel, usaha nonpangan jika tetap nekad buka saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, dalam Peraturan Wali Kota no 14 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB telah diatur usaha-usaha yang dikecualikan bisa bisa selama PSBB.

Usaha-usaha tersebut di antaranya, kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi (termasuk media/jurnalis/pers), keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri, seperti unit produksi komoditas esensial, termasuk obat-obatan, farmasi, perangkat medis atau alat kesehatan, dan perbekalan kesehatan rumah tangga.

Namun berdasarkan penyisiran di sejumlah titik, Gusus Tugas Covid-19 Kota Bandung masih menemukan sejumlah toko yang membuka usahanya, Kamis (23/4/2020).

Seperti di Jalan Ir. Juanda, gerai telepon genggam (Dukomsel) dan toko peralatan rumah tangga (Informa) masih buka. Sedangkan di Jalan Dipatiukur masih terdapat sejumlah bengkel dan toko alat listrik yang belum menutup usahanya.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Bandung, Bambang Suhari mengaku telah mengimbau dan memberikan teguran keras kepada para pemili usaha tersebut.

AYO BACA : Pemkot Bandung Tak Akan Sanksi Isolasi bagi Pelanggar PSBB

"Kita menyisir ke informa (living Plaza) juga Dukomsel. Kita tegur karena mereka tidak secara mayoritas menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari. Ada juga kebutuhan pokok sehari-harinya dengan persentase relatif kecil sehingga kami imbau untuk tutup," tegas Bambang yang juga sebagai Kepala Sub Bidang Penanganan dan Penegakan Hukum pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurutnya, pelaku usaha telekomunikasi yang masih diperbolehkan buka yaitu kantor manajemen dan kantor service center.

"Yang diperbolehkan buka itu pelayanannya, seperti service center-nya. Kemudian, kalau toko yang menjual alat komunikasi itu wajib tutup. Sehingga kita minta tutup," tuturnya.

Jika terus membandel, Bambang mengancam akan memberikan sanksi tegas.

"Tiga hari mulai PSBB, kita berikan imbauan juga sosialisasi. Tetapi kalau lewat dari tiga hari tetap melanggar, kita akan penegakan hukum. Mulai dari teguran, catatan kepolisian dan penghentian sementara sampai dengan pencabutan izin," tegas Bambang.

AYO BACA : Masih Banyak Pelanggaran, PSBB Kota Bandung Belum Ideal

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers