web analytics
  

Pemkot Bandung Tak Akan Sanksi Isolasi bagi Pelanggar PSBB

Kamis, 23 April 2020 16:16 WIB Vina Elvira
Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Tak Akan Sanksi Isolasi bagi Pelanggar PSBB, psbb bandung raya,psbb bandung,oded

Kendaraan memadati Jalan Raya Cibereum, Kota Bandung, Kamis (23/4/2020). Kepadatan arus lalulintas tersebut akibat adanya pemeriksaan kendaraan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Kota Bandung pada jam berangkat kerja. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung menyatakan tidak akan menerapkan hukuman isolasi selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan pihaknya lebih persuasif melakukan pendekatan kepada masyarakat saat PSBB berlangsung.

"Terkait hukuman isolasi, lebih baik mengimbau kesadaran," katanya, Kamis (23/4/2020).

Laporan di lapangan per hari ini, kata dia, PSBB sudah mulai berjalan lebih baik dibandingkan kemarin. Hal tersebut terlihat dari kesadaran masyarakat yang menggunakan sepeda motor memakai masker maupun sarung tangan.

"Memberikan arahan kepada masyarakat yang tidak memakai masker terutama pengendara roda dua," ujarnya.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/tcqwGVHLSAs" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Terkait boncengan di sepeda motor meskipun berdomisili sama pada KTP, kata dia, tetap tidak diperbolehkan.

Kondisi tersebut merujuk Perwal Kota Bandung yang mengadopsi aturan dari WHO, jika psychal dan social distancing perlu dilakukan sejauh dua meter.

"Kita di perwal tidak boleh ada boncengan. Kita lebih mengedepankan SOP kesehatan. Intinya psycal dan social distancing, satu alamat tidak boleh," katanya.

Di samping itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan mudik. Sebab, hal tersebut berpotensi menularkan kepada keluarga atau orang lain di kampung halamannya.

"Biasanya Mang Oded oge (suka) ke Tasik, tapi ayeuna cicing didieu (tapi sekarang diam di sini). Persoalanya ada yang mudik tidak mengisolasi diri berbahaya. Mari kita sadar dan perlu kita perangi di semua wilayah," katanya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers