web analytics
  

Lahirkan Inovasi Baru Saat Pandemi COVID-19

Selasa, 21 April 2020 15:09 WIB Netizen Cicin Yulianti
Netizen, Lahirkan Inovasi Baru Saat Pandemi COVID-19, corona, cara mencegah virus corona, teknologi pencegah corona,

Tim Brigade Anti-COVID-19 UPI berfoto dengan inovasi buatannya, Automatic Nano Healing. (sumber: berita.upi.edu)

AYOBANDUNG.COM -- Bak misteri yang ujung penyelesaiannya belum bisa ditemukan, permasalahan wabah COVID-19 semakin membuat masyarakat Indonesia cemas. Lambat laun, dari hari ke hari, virus semakin beranak pinak. Kasus positif menjadi meningkat pesat. Dilansir dari halaman www.Covid-19.go.id ,dalam kurun waktu satu setengah bulan,  yaitu pada (20/4/2020) pasien positif di Indonesia sudah menginjak angka 6.760 kasus. Nyawa yang dilahap virus ini pun semakin bertambah yakni sejumlah 590 orang.

Di balik angka kasus positif dan meninggal karena COVID-19 bertambah digitnya, angka sembuh pun meningkat. Setidaknya, terbesit harapan-harapan khususnya untuk pasien positif agar lekas sembuh. Masih dilansir dari halaman yang sama www.Covid-19.go.id, Juru Bicara Pemerintah terkait untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyampaikan pesan optimis bagi masyarakat.

“Kita patut bersyukur sudah ada 380 orang dinyatakan sembuh, kita berharap bahwa ini menjadi sebuah optimisme kita semua bahwa COVID-19 bisa sembuh,” kata Yuri saat jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Dalam membangun optimisme masyarakat dalam menghadapi masalah ini, terdapat beberapa orang yang memiliki peran penting dalam penanganan dan pencegahan wabah. Seperti tenaga medis, pemerintah, maupun sektor lain yang mendukung. Bahkan, sektor teknik dan kimia pun bisa mendorong penciptaan inovasi alat yang bisa digunakan untuk mencegah penyebaran virus.

Dikutip dari berita.upi.edu, seperti yang dilakukan oleh tim Brigade Anti-COVID-19. Dalam tim ini, terdiri atas dari dua dosen yaitu Dr.Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M. Eng (dosen Departemen Pendidikan Kimia) dan Indra Mamad Gandidi, S.T., M.T. (dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin) serta 7 mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin yaitu Faisal Lutfi Muttaqin, Fahmi Fadillah, Ibnu Nur Akhsan, Rifqi Rahmadiansyah, Reza Angga Nugraha, Rakensa Satria Ardipamungkas, dan Gulam Yasir. Di balik ketakutan masyarakat, terdapat beberapa tangan yang berusaha merangkai sebuah inovasi dan memutar balik otaknya untuk membuat alat yang membantu pencegahan penyebaran COVID-19.

net-2

Buah karya Tim Brigade Anti-COVID-19 UPI, Automatic Nano Sterilizer. (Sumber foto: berita.upi.edu)

Asep dan yang lainnya membuat Automatic Nano Sterilizer dengan Automatic Nano Handwash dan Automatic Nano Cabin Healing yang berfungsi meningkatkan imun tubuh manusia dan pengobatan penyakit pada paru-paru. Keunggulan dari kedua alat tersebut pun bisa berfungsi tanpa adanya sentuhan tangan. Asep pun menuturkan dengan adanya alat dan prosedur yang telah diciptakan ini, maka pemberian layanan penyembuhan penyakit bagi masyarakat bisa dilakukan dengan semurah mungkin. Beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan adanya alat tersebut di antaranya penyakit yang berhubungan dengan paru-paru, Asma, TBC, bronchitis, ISPA, dan tentunya COVID-19.

Salah seorang dari ketujuh mahasiswa tersebut yang sempat diwawancarai yaitu Faisal (21). Berawal dari ajakan dosennya, Indra, dia dan keenam kawannya memutuskan untuk membantu membuat inovasi tersebut.

Di samping mahasiswa lain melakukan kegiatan kuliahnya di rumah, Faisal dan kawan-kawan harus melakukan kegiataannya di asrama selama dua minggu. Ingin membantu orang yang terkena dampak COVID-19-lah yang menjadi pengangan baginya dan kawan-kawan sebagai modal semangat selama dua minggu menjalani masa pembuatan alat.

Dalam pembuatannya, terkadang Faisal mengeluh karena merasa lelah. “Meskipun terkadang mengeluh, tapi dalam pekerjaan, mengeluh itu hal biasa. Mengeluhnya karena capek dan alat bahan yang tiba-tiba habis sih,” ujarnya saat diwawancarai lewat sambungan handphone, Senin (13/4/2020).

Membantu Pencegahan COVID-19

Kontak sosial selama wabah COVID-19 ini sangat dihindari, termasuk kontak dengan benda-benda yang disentuh oleh publik. Dengan Automatic Nano Sterilizer dengan Automatic Nano Handwash, maka bisa mengurangi sentuhan. “Karena alat ini tidak menggunakan sentuhan. Jadi bisa mengurangi interaksi (sentuhan) secara langsung antarmasyarakat,” kata Faisal.

Dengan mengurangi sentuhan dengan benda yang bisa memicu penularan virus, alat ini bisa menjamin keamanan bagi penggunanya.

“Dengan alat ini, kita benar-benar tidak perlu bersentuhan satu sama lain, jadi kita benar-benar aman. Selain karena alat ini terdiri dari dua fungsi yaitu sterilizer dan handwash, maka kita dijamin akan benar-benar bersih dari virus,” lanjutnya.

Optimisme Serta Harapan dari Pembuatan Alat ini

Walaupun bantuan dari pengadaan alat-alat ini tidak sebesar bantuan tenaga medis, namun Faisal berharap setidaknya bisa membantu masyarakat dengan alat-alat pembantu seperti ini. “Memang kami tidak bisa menangani orang yang terpapar secara langsung, tetapi kami dapat membantu dalam penyediaan alat-alat pembantu seperti ini,” terangnya.

Baginya, sektor industri teknik dan kimia pun berperan dalam meningkatkan optimisme masyarakat tentang penanggulangan masalah wabah ini. “Jika hanya sektor medis yang diperbolehkan berperan langsung melawan COVID-19, maka sektor industri teknik akan berusaha menjadi support agar mereka bisa melawan COVID-19 juga,” ujar Faisal.

***

Cicin Yulianti, Mahasiswa S1 Jurusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran. Kini bertempat tinggal di Bandung. Hobi membaca, menulis, dan fotografi.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

terbaru

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?

artikel terkait

dewanpers