web analytics
  

Peta Kasus Covid-19 Tasikmalaya Dibuka

Selasa, 21 April 2020 12:57 WIB
Umum - Regional, Peta Kasus Covid-19 Tasikmalaya Dibuka, virus corona, virus corona cina, virus di cina, penyakit menular di cina, bandara husein sastranegara, Wuhan, corona di indonesia, apotek beijing, masker korona, hiv/aids, tasikmalaya

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. (Republika)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mencatat jumlah pasien positif di Kota Tasikmalaya mencapai 29 orang hingga Selasa (21/4). Terdapat dua penambahan kasus baru yang dikonfirmasi melalui hasil tes swab. Artinya, dari 29 kasus, tujuh pasien dikonfirmasi melalui tes swab dan 22 pasien melalui uji cepat atau rapid test.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, tren kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan, baik skala daerah maupun nasional. Sementara, hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan puncak kasus penyebaran akan terjadi.

AYO BACA : Sebaran Covid-19 di Kota Tasik Rata

Karena itu, pihaknya sengaja membuka peta persebaran kasus Covid-19 per kecamatan di Kota Tasikmalaya. "Masyarakat harus semakin waspada, karena sekarang hampir merata seluruh kecamatan terdapat kasus Covid-19," kata dia, Selasa (21/4).

Dengan dipetakan penyebaran kasus Covid-19, semua pihak dapat lebih waspada. Selain itu, petugas di lapangan akan lebih mudah melakukan penanganan, sehingga semua wilayah dapat teratasi.

AYO BACA : Pemdes di Tasik Keberatan Salurkan Bantuan

Budi mengingatkan, yang paling penting utama untuk memutus mata rantai Covid-19 adalah kesadaran masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Menurut dia, pada dasarnya Covid-19 dapat disembuhkan. Namun, untuk menyembuhkan pasien positif Covid-19 diperlukan pelayanan medis yang maksimal.

Ia mencontohkan, dari 29 kasus pasien positif di Kota Tasikmalaya, angka kesembuhan lebih besar daripada angka kematian. Terdapat lima pasien yang sembuh, sementara dua pasien meninggal dunia.

"Kalau jumlah pasien dapat kita kendalikan, insyaallah kita bisa tangani. Tapi kalau langsung meledak jumlahnya, itu punya risiko tak terlayani," kata dia.

Menurut Budi, kuncinya kesadaran masyarakat, mulai dari tidak keluar rumah, menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan. Jika semua mengikuti anjuran itu, penyebaran Covid-19 dapat mudah dikendalikan.

AYO BACA : Unsil Beri Batuan bagi Mahasiswa yang Tak Mudik

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers