web analytics
  

Ini Ketentuan Operasional Angkutan Umum Kota Bandung Selama PSBB

Senin, 20 April 2020 21:19 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Ini Ketentuan Operasional Angkutan Umum Kota Bandung Selama PSBB, Angkot, PSBB Bandung, PSBB Kota Bandung, PSBB Bandung Raya,

Angkot di Kota Bandung. (Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bandung berlangsung, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan Kota Bandung telah mengatur sejumlah ketentuan operasional kendaraan. Termasuk di dalamnya adalah pergerakan kendaraan umum untuk mengangkut penumpang.

Kepala Dishub Kota Bandung Ricky Gustiadi mengatakan, selama PSBB kendaraan umum untuk mengangkut orang masih boleh beroperasi kecuali sepeda motor (ojek online ataupun konvensional). Meski demikian, terdapat sejumlah aturan yang harus dipenuhi baik oleh supir maupun penumpangnya.

AYO BACA : Meninggal di Angkot, Sopir Bekasi Dievakuasi Petugas Berbaju Hazmat

"Kalau ojek online (dan konvensional) sudah tidak boleh, hanya khusus untuk barang. Kecuali motor pribadi, boleh angkut penumpang asalkan masih satu alamat dalam KTP-nya," ungkap Ricky ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (20/4/2020).

Dia mengatakan, untuk angkutan umum lainnya seperti angkutan kota (angkot) maupun bus masih bisa beroperasi. Asalkan, setiap kendaraan hanya memuat penumpang maksimal 50% dari kapasitas tempat duduknya.

AYO BACA : Angkot di Bogor Disemprot Disinfektan

"Angkot masih boleh, tetapi maksimal hanya bisa angkut 6 orang. Satu orang pengemudi, 3 orang penumpang di baris kanan dan dua orang di baris kiri," ungkapnya.

Pada umumnya, berdasarkan data uji KIR, kapasitas angkot bisa mengangkut hingga 12 penumpang atau lebih. Peraturan serupa juga berlaku untuk angkutan bis.

"Bus sedang dan bus besar juga sama. Daya angkut maksimal yang diperbolehkan adalah 50% dari kapasitas. Konfigurasi tempat duduk juga nanti kita atur," jelasnya.

Ketentuan penggunaan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi termaktub dalam Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Covid-19 bagian ketujuh. Isinya mengatur pembatasan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Selain kendaraan umum, aturan hanya boleh mengisi 50% dari total kapasitas angkut tersebut juga berlaku untuk kendaraan pribadi. Baik pengemudi dan penumpang di kendaraan umum maupun pribadi harus mengenakan masker, berada dalam keadaan sehat, memiliki suhu tubuh normal dan melakukan disinfeksi berkala pada kendaraan.

AYO BACA : Jokowi: Sopir Angkot dan Ojek Paling Terdampak Corona

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Emosi saat Sidang, Habib Bahar Bin Smith: Bohong Kamu Saksi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:46 WIB

Sidang pemeriksaan saksi atas kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Bahar Bin Smith berlangsung Pengadilan Negeri Ban...

Bandung Raya - Bandung, Emosi saat Sidang, Habib Bahar Bin Smith: Bohong Kamu Saksi, Habib Bahar bin Smith,sidang Habib Bahar,Habib Bahar Kasus Penganiayaan

Dinsos Kota Bandung Kesulitan Halau Gelandangan dan Pengemis, Ini Alas...

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:18 WIB

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Dadang Aziz Salim mengaku, pihaknya kekurangan sarana dan prasara...

Bandung Raya - Bandung, Dinsos Kota Bandung Kesulitan Halau Gelandangan dan Pengemis, Ini Alasannya, Dinsos Kota bandung,Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS),PPKS Kota Bandung,Gelandangan di Bandung,Pengemesi di Bandung

Mobil Xenia Lenyap saat Parkir di Minimarket

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 22:14 WIB

Sebuah mobil merk Xenia bernomor polisi D 1632 ZI dicuri saat parkir di minimarket Alfamart Jalan Ahmad Yani, pada hari...

Bandung Raya - Bandung, Mobil Xenia Lenyap saat Parkir di Minimarket, Mobil Hilang di Bandung,Pencurian Mobil di Bandung,Mobil Dicuri di Bandung

Ridwan Kamil: Kalau Ibu-ibu Menjerit Harga Mahal, Saya Kontak Bulog

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 20:34 WIB

Hari pertama puasa, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi meninjau ketersediaan...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil: Kalau Ibu-ibu Menjerit Harga Mahal, Saya Kontak Bulog, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Harga Kepokmas,Kenaikan Harga Kepokmas,Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

Sudah Diimbau, Warga Cibaduyut Tetap Jualan dan Ngabuburit

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 19:02 WIB

Namun, berdasarkan pantauan Ayobandung.com di komplek Mekarwangi, sepanjang Jalan Indrayasa dipadati oleh warga yang ber...

Bandung Raya - Bandung, Sudah Diimbau, Warga Cibaduyut Tetap Jualan dan Ngabuburit, Cibaduyut,tempat jual takjil Cibaduyut,larangan ngabuburit Bandung,Ngabuburit di Bandung,Tempat ngabuburit dijaga polisi

Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 18:24 WIB

Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi

Bandung Raya - Bandung, Ramadan di Tengah Pandemi, Pasar Kaget UIN Bandung Sepi, pasar Ramadan Bandung,pasar kaget Bandung,uin bandung,tempat jual takjil bandung,penjual takjil bandung

Sejumlah Pasar di Bandung Diawasi Ketat Satpol PP, Ini Daftarnya

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 17:18 WIB

Pengawasan ini guna meminimalisir terjadinya kerumunan.

Bandung Raya - Bandung, Sejumlah Pasar di Bandung Diawasi Ketat Satpol PP, Ini Daftarnya, Pasar Tradisional di Kota Bandung,pasar tumpah kota bandung,Satpol PP Kota Bandung,Ramadan 2021,aturan Ramadan Bandung

LBH Bandung: Bipartite adalah Hak Pekerja, Tak Boleh Dihalang-halangi

Bandung Selasa, 13 April 2021 | 17:13 WIB

Rangga menengarai adanya pelanggaran terhadap bipartite antara CV Sandang Sari dengan para pekerjanya.

Bandung Raya - Bandung, LBH Bandung: Bipartite adalah Hak Pekerja, Tak Boleh Dihalang-halangi, Bipartite,pengertian Bipartite,CV Sandang Sari,buruh CV Sandang Sari didenda,buruh CV Sandang Sari digugat,Mantan Buruh CV Sandang Sari,Kisruh CV Sandang Sari

artikel terkait

dewanpers