web analytics
  

Tenaga Medis Dinilai Negatif, Psikiater Sebut Ada yang Tak Paham Covid-19

Sabtu, 18 April 2020 02:40 WIB

Petugas medis membawa pasien saat simulasi ke Ruang Isolasi Khusus Kemuning Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/3/2020). Kegiatan tersebut guna melatih keterampilan juga kesiap siagaan petugas serta peralatan medis dalam menangani pasien virus Covid-2019. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Psikiater yang juga Instruktur Nasional Hipnoterapi dokter Jiemi Ardian mengatakan penolakan tenaga medis dalam kondisi penanganan wabah saat ini adalah tindakan berbahaya.

"Stigma buat kita takut terhadap hal yang tidak kita pahami. Kita nggak paham covid, yang nempelin stigma itu nggak paham covid. Jadi kita menempelkan stigma terhadap hal yang tidak kita pahami, kita takut itu menular dan berdampak buruk bagi diri kita. Kita menganggap orang lain sebagai sumber bahaya bukan sebagai manusia," kata Jiemi dalam kelas online Campus Pedia 'Menjaga Mental Health di Kala Pandemi', Minggu (12/4/2020).

Bukan hanya tenaga medis, pasien dalam pemantauan (PDP) juga mendapat stigma. Menurut Jiemi, hal tersebut menimbulkan ketakutan akan stigma daripada infeksi virus itu sendiri.

"Kita lebih takut dijauhi tetangga dibandingkan kita menderita karena sakit Covid-19. Bahayanya orang tersebut bisa takut ke dokter," katanya.

Namun yang sering terjadi, lanjut Jiemi, orang takut dengan stigma kemudian berbohong pada dokter dengan tidak mengungkapkan gejala Covid-19. Setelah diperiksa lebih lanjut dengan PCR baru terungkap bahwa pasien positif virus corona.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers