web analytics
  

Benarkah Latihan Pernapasan Bisa Meredakan Gejala Covid-19?

Sabtu, 18 April 2020 03:30 WIB

Ilustrasi (Pxhere)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejak muncul pertama kali Desember 2019, virus covid-19 sudah menyebabkan 1,6 juta jiwa dan 95.785 kematian per Jumat (10/4). Faktanya, individu yang terpapar virus covid-19 bisa menimbulkan beragam gejala,

Bagi mereka yang hanya mengalami gejala ringan, para ahli menyarankan untuk memulihkan kondisi di rumah saja. Makan-minum dan istirahat yang cukup, olahraga sederhana, konsumsi vitamin, serta berhenti merokok diyakini bisa memulihkan kondisi dan memperkuat imunitas.

Di lain sisi, ada juga yang menyarankan untuk melakukan latihan pernapasan selama masa pemulihan dari gejala ringan covid-19. Penulis tersohor JK Rowling, contohnya, pada Senin ia berbagi sebuah video dari Sarfaraz Munshi selaku kepala perawatan darurat di rumah sakit Queen di Romford, London, Inggris, yang menunjukkan teknik pernapasan untuk meredakan gejala dan mencegah seseorang mengembangkan infeksi pneumonia sekunder.

Apakah itu membantu meredakan gejala ringan covid-19? Dokter di National Health Service (NHS) Amir Khan mengungkapkan, latihan pernapasan mungkin bisa membantu, karena covid-19 menyebabkan peradangan di sekitar alveoli (kantung udara di pinggir paru-paru) dan latihan pernafasan bisa membantu seseorang bernafas dengan lancar.

"Covid-19 menyebabkan peradangan di sekitar alveoli, dan ini mengurangi kapasitas paru-paru Anda. Jika Anda beristirahat dan menjaga kondisi tubuh dengan aman di rumah, maka latihan pernapasan mungkin bisa membantu," kata Khan dilansir The Guardian, Jumat (10/4).

Dokter sekaligus dosen penyakit menular di Liverpool School of Tropical Medicine, Tom Wingfield, mengatakan, orang-orang dengan asma dan mereka yang pulih dari pneumonia seringkali diajarkan teknis bernapas untuk meredakan gejala. Meskipun demikian, menurut Khan, latihan pernapasan terbaik yang harus dilakukan untuk memulihkan kondisi dari gejala ringan covid-19 adalah dengan berolahraga.

"Olahraga akan membuat paru-paru pasien terbuka sebanyak yang mereka bisa dan coba. Olahraga juga bisa menghilangkan beberapa cairan dan bahan inflamasi," kata Wingfield.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers