web analytics
  

Kang Pisman Berdampak pada Warga Kota Bandung

Jumat, 21 Februari 2020 13:40 WIB Andres Fatubun
Bandung Raya - Bandung, Kang Pisman Berdampak pada Warga Kota Bandung, Kang Pisman, Warga Kota Bandung

Sejumlah warga saat mengamati berbagai jenis tanaman di Pojok Kang Pisman, Jalan Wastukancana, Kota Bandung. (ayobandung/Irfan Al Faritsi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menghadiri  peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan peresmian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pendopo Kota Bandung, di Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum No. 56, Balonggede, Kec. Regol, Kota Bandung, Jumat (21/2/2020).

Wali Kota Bandung, Oded M Danial secara langsung meresmikan beroperasinya TPST Pendopo tersebut.

Edwin Senjaya menyatakan, pengolahan sampah merupakan bagian dari penanganan sampah. Sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008, pengolahan sampah didefinisikan sebagai proses perubahan bentuk sampah dengan mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah.

“Beberapa negara maju di dunia sudah menerapkan sistem pengolahan sampah yang tidak hanya jelas, tapi juga tegas. Karena sampah menjadi persoalan pelik hampir di semua daerah kota besar. Tidak hanya di kota-kota Indonesia, tapi juga di dunia,” katanya.

Dengan program Kang Pisman ini, lanjutnya, secara tidak langsung sedikit demi sedikit masyarakat sudah meninggalkan budaya yang tidak baik. Masyarakat Kota Bandung khususnya mulai memperlihatkan dampak positif sehingga semakin sadar untuk mengurangi sampah.Tambah Kang Edwin pimpinan DPRD Kota Bandung.

“Salah satu indikator untuk menjadi negara maju adalah, bagaimana perhatian masyarakat secara kolosal dan terpadu, paham tentang lingkungan dan pengolahan sampah. Sampah bukan merupakan sumber masalah, tapi bisa menjadi sumber ekonomi, energi dan organik, kalau dikelola dengan baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Oded M Danial memperkenalkan program pengentasan masalah sampah yang dimiliki pemerintah Kota Bandung yakni Kang Pisman atau Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah.

Kang Pisman memang program jangka panjang. Tujuan kami adalah mengubah budaya masyarakat menjadi lebih bijak yaitu gaya hidup yang tidak memproduksi banyak sampah.Pungkas Wali Kota Bandung tersebut,” ujarnya.

Menurut Oded, Kang Pisman menjadi satu dari sembilan model pengelolaan sampah terbaik di 5 negara. Sembilan kota yang menjadi percontohan antara lain Kota Tacloban, Fort Bonifacio, Taguig, San Fernando, Malabon, Seoul, Kamikatsu, Thiruvananthapuram, India dan Kota Penang Malaysia.

“Saya mengajak semua untuk bersama-sama mengolah sampah,” ungkapnya. 

Editor: Andres Fatubun
dewanpers