web analytics
  

Dinilai Bahayakan Jantung, Brasil Setop Riset Klorokuin untuk Obat Corona

Jumat, 17 April 2020 11:12 WIB

[Ilustrasi] Ilmuwan di Brasil menghentikan riset klorokuin karena untuk obat corona karena dinilai bisa membahayakan kesehatan jantung. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Ilmuwan di Brasil menghentikan riset klorokuin karena untuk obat corona karena dinilai bisa membahayakan kesehatan jantung.

Dilansir DW, riset klorokuin dan hidroksiklorokuin dipromosikan habis-habisan oleh presiden AS Donald Trump. Namun, temuan ilmuwan Brasil menyebut, ada risiko masalah detak jantung pada 25% pasien corona yang diberikan klorokuin.

Potensi efek samping serius klorokuin atau obat antimalaria jenis baru hidroksiklorokuin sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Obat ini antara lain bisa memicu masalah detak jantung yang bisa berakibat kematian mendadak.

AYO BACA : Wakil Wali Kota Bandung Bagikan Tips Sembuh dari Covid-19

Riset yang dilakukan di kota Manaus di kawasan Amazonia itu melibatkan 440 pasien Covid-19 yang kondisinya parah.

Riset dilakukan dengan membagi pasien dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberi dua dosis klorokuin 600 miligram per hari. Sementara kelompok kedua diberi 450 miligram klorokuin dua kali sehari di hari pertama, kemudian dikurangi hanya sekali sehari dalam 4 hari berikutnya.

Sebanyak 81 pasien virus corona yang diberi klorokuin dalam dosis 600 miligram dua kali sehari selama 10 hari, menunjukkan gejala masalah gangguan ritme jantung. Dan menunjukkan gejala lain, risiko kematian lebih besar di kalangan pasien dalam kelompok ini. Para ilmuwan langsung menghentikan ujicoba.

AYO BACA : 3 Obat Alami untuk Mata Lelah dan Gatal

Pada kelompok pasien yang diberi klorokuin dalam dosis 450 miligram dua kali sehari di hari pertama, dan satu dosis selama 4 hari berikutnya gejala gangguan jantung ini tidak muncul. Dosis ini digunakan dalam sejumlah riset termasuk studi kecil yang digelar di Amerika Serikat.

Disebutkan, masih terlalu dini untuk membuktikan apakah pengobatan dengan klorokuin ini efektif dan aman. Sejauh ini riset di Brasil tersebut tidak memiliki kelompok pembanding yang sama sekali tidak diberi pengobatan klorokuin.

Dilaporkan, dari hasil riset itu, hanya satu pasien yang diobati, tidak lagi menunjukkan jejak virus saat dilakukan test swab dari saluran pernapasannya. Hasil penelitian ilmuwan Brasil itu sudah diunggah ke situs web para peneliti, tapi belum dikaji oleh ilmuwan lainnya.

Dalam semua uji coba itu, pasien diberi kombinasi dua jenis antibiotika, ceftriaxone dan azithromycin. Diketahui antibiotika jenis azithromycin bisa memiliki efek samping pada jantung. Presiden Trump sebelumnya menonjolkan kombinasi hidroksiklorokuin-azithromycin.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro langsung menyitirnya dan menonjolkan keunggulan kombinasi hidroksiklorokuin-azithromycin tanpa menunjukkan bukti ilmiah apapun. Bolsonaro mengatakan “mendengar“ laporan mengenai efektivitas 100% jika dosisnya tepat.

Presiden Brasil juga langsung memerintahkan pembebasan bea impor untuk obat antimalaria itu. Dia juga telah memerintahkan laboratorium militer untuk menggenjot produksi klorokuin.

AYO BACA : 3 Obat untuk Redakan Sakit Akibat Gigi Berlubang

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers