web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Salat Witir Lebih Baik Dilakukan Sebelum atau Setelah Tidur?

Jumat, 17 April 2020 02:40 WIB

[Ilustrasi] Jemaah melaksakanan salat jumat di Masjid Al Muttaqin, Komplek Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (20/3/2020). Untuk pertama kalinya, pengurus Masjid Al-Muttaqin menerapkan pemberian jarak satu meter antarjemaah saat salat Jumat untuk meminimalisasi dan mencegah penyebaran Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM Salat Witir adalah salat sunah dengan jumlah rakaat ganjil. Salat Witir biasanya dikerjakan seusai Salat Tahajud maupun Salat Tarawih.

"Dalam riwayat Muslim disebutkan: ‘Barang siapa mengerjakan salat pada malam hari maka hendaklah dia menjadikan salat terakhirnya sebagai Witir (sebelum Subuh) karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan hal tersebut," tulis Said bin 'Ali bin Wahf al-Qahtjani dalam Ensiklopedia Shalat menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah (2006, hlm. 450).

Sebelum subuh itu adalah rentang waktu yang cukup panjang. Rentang waktu itu biasanya digunakan untuk istirahat tidur. Lantas, Salat Witir sebaiknya dilaksanakan sebelum atau sesudah tidur?

Keutamaan di antara keduanya itu disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibn Khuzaimah sebagaimana dikutip Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal dalam Mukjizat Shalat Malam-Meraih Spiritualitas Rasulullah (2002, hlm. 76).

Hadis itu berbunyi: A'isyah r.a berkata, "Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar, 'Kapan kamu Salat Witir?' Abu Bakar menjawab, 'Sebelum tidur’."

Beliau bertanya kepada Umar, 'Kapan kamu Salat Witir?' Umar menjawab, 'Saya tidur dulu lalu Salat Witir.

Kemudian beliau berkata kepada Abu Bakar, 'Kamu telah mengambil sesuatu yang teguh.' Sementara itu, kepada Umar, beliau berkata, 'Kamu telah mengambil kekuatan.'

Hadis di atas menunjukkan pelaksanaan setelah tidur atau sebelum tidur memiliki keistimewaannya masing-masing. Namun, jika merujuk ke hadis lain, bakal ditemukan Salat Witir sebelum tidur lebih diutamakan.

Salah satunya hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Ibn Khuzaimah sebagaimana dikutip Sallamah (hlm. 77). Hadis itu berbunyi: "Abu Dzar berkata, 'Kekasihku (Rasulullah SAW) pernah berpesan kepadaku tentang tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan untuk selamanya, Insyaallah, yaitu Salat Fajar, Salat Witir sebelum tidur, dan puasa tiga hari pada setiap bulan.'"

Sedangkan Imam Al-Nawawi dalam Kitab Syarah Muslim menjelaskan perbedaan keduanya hanyalah soal kesanggupan seorang Muslim melaksanakannya. Lebih tepatnya, apakah dia bisa memastikan diri untuk bangun dari tidur guna melaksanakan Salat Witir atau tidak.

"Hal ini merupakan dalil mengakhirkan Salat Witir hingga akhir malam lebih utama bagi orang yang yakin bisa bangun pada akhir malam (menjelang subuh). Sementara itu, bagi orang yang tidak yakin bisa bangun pada akhir malam, mengerjakan witir lebih awal adalah lebih utama. Inilah pendapat yang tepat. Hadis-hadis sahih yang lain juga menunjukkan perincian seperti ini," kata Al-Nawawi dikutip Sallamah (hlm. 77).

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers