web analytics
  

Cerita Perawat Alih Profesi Jadi Sopir Ambulans Pasien Covid-19

Kamis, 16 April 2020 15:18 WIB Khoirur Rozi

Ika Dewi Maharani

JAKARTA, BANDUNG.COM--Kebutuhan tenaga medis dan non-medis saat wabah Covid-19 di Indonesia terus meningkat. 

Tak hanya dokter dan perawat, kebutuhan sopir ambulans untuk membawa pasien juga terbilang mendesak.

Salah satu relawan, Ika Dewi Maharani menceritakan tentang awal mula dirinya menjadi sopir ambulans. Dia sebetulnya memiliki latar belakang sebagai perawat ambulans. Namun karena punya keahlian mengemudi, Ika diminta jadi sopir.

"Awalnya kan untuk relawan dibutuhkan perawat ambulans, nah dengan keahlian yang saya miliki, saya bisa menyetir, ya akhirnya jadi sopir ambulans," kata Ika dalam acara diskusi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Kamis (16/4/2020).

Ika menjadi satu-satunya sopir ambulans wanita di BNPB. Dia tergerak membantu penanganan Covid-19 lantaran kasus virus ini di Jakarta terus meningkat. 

"Karena di Jakarta angka Covid-19 makin meningkat, jadi saya panggilan hati untuk melayani dengan kemampuan yang saya punya. Banyak ambulans dari AGD 118 itu mereka kekurangan sopir," ungkapna.

Wanita asal Maluku Utara ini menuturkan, menjadi sopir ambulans merupakan pengalaman pertama baginya. Ika menyebut profesi ini tak mudah. 

Dia harus memacu kendaraan dengan cepat lantaran membawa pasien yang harus segera ditangani. Namun Ika terhalang pengendara lain yang enggan memberikan jalan.

"Kita sudah bunyikan sirene tapi kadang orang-orang di sekitar kita tidak peka, kan kita angkut pasien. Untung ada orang dengan kesadaran memberi jalan, jadi kita bisa cepat membawa pasien ke rumah sakit yang dirujuk," katanya.

Selain itu, tantangan lain yang harus dihadapi adalah potensi terpapar Covid-19. Meski sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, Ika mengaku khawatir tertular karena kontak langsung dengan pasien. Namun baginya hal itu sudah menjadi risiko dan dengan tulus dia menjalankan tugasnya.

"Karena ini sudah kewajiban saya. Saya tetap takut. Tapi ini adalah tugas kita sebagai perawat medis, kita harus menangani pasien dari awal sampai akhir pasien itu kita harus tangani," ungkapnya.

Ika berharap, dengan pengorbanan seluruh tenaga medis dan non medis, wabah virus ini segera terselesaikan. Dia akan bekerja semaksimal mungkin demi kesembuhan seluruh pasien.

"Harapannya kita sebagai relawan, kita sudah mengusahakan yang terbaik agar Covid-19 segera berakhir. Dengan kita mengabdikan diri sebagai relawan, penanggulangannya ini semakin cepat, jadi cepat juga akan berakhir," imbuhnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers