web analytics
  

Nyala Kemanusiaan Menjadi Landasan Bergerak

Kamis, 16 April 2020 10:52 WIB Netizen Muhammad Fikri Dzulfikar

[Illustrasi] Berdonasi (Pixabay.com)

AYOBANDUNG.COM -- “…Duka padamu, luka padaku, saling lebur, menghalau awan mendung. Kemanusiaan itu seperti terang pagi, rekahkan harapan, tepis kebut gelap…” Begitulah sedikit penggalan dari tembang terkenal milik grup band Efek Rumah Kaca. Penggalan lirik dari lagu berjudul “Seperti Rahim Ibu” tersebut memiliki makna yang cukup dalam terkait kemanusiaan.

Dalam lagu tersebut, kemanusiaan digambarkan sebagai oase di tengah suasana yang serbakalut. Kemanusiaan dapat membawa situasi dari rongga gelap gulita bergerak menuju ceruk yang terang benderang.

Seperti dalam senandung di atas, nyala kemanusiaan lahir di tengah peristiwa yang serba kalut. Nyala tersebut menerangi beberapa pemuda yang mendedikasikan diri untuk Cicalengka, sebuah kecamatan kecil di ujung Kabupaten Bandung.

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: Nekat Resepsi Nikah di Tengah Corona Akan Dipenjara 1 Tahun?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

Dalam situasi pandemik layaknya saat ini, cahaya tersebut memunculkan pergerakan bernilai kemanusiaan. Salah satu upaya yang timbul adalah menyadarkan masyarakat Cicalengka untuk tetap berdiam diri di rumah. Gerakan tersebut ditandai dengan adanya sebuah acara bertajuk “Waktunya di Rumah”.

Adalah Burhanuddin, pemuda berusia 26 tahun yang menjadi penggagas sekaligus project manager acara tersebut. Gerakan tersebut lahir atas kekhawatiran Burhan terhadap masyarakat Cicalengka yang dinilai lamban menanggapi covid-19 yang kian merebak. Dalam keseharian pun memang masih banyak masyarakat Cicalengka yang berlalu-lalang di jalan raya. Hal tersebut saya ketahui setelah terpaksa ke luar rumah untuk berbelanja kebutuhan di salah satu mini market. Sambil menyelam minum air. Peribahasa tersebut yang menjadi dasar saya mengobservasi.

Pria yang kerap disapa Burhan tersebut mengaku tidak sendirian dalam mengelola acara tersebut. Berbekal sebagai pendiri dan admin akun instagram @alumnibinamuda, dia memanfaatkan akun tersebut sebagai wadah penyalur gerakannya.

Pemuda tersebut juga turut mengajak admin instagram @igcicalengka_ untuk berkolaborasi bersama. Akun instagram @igcicalengka_ sendiri merupakan akun instagram berbasis ruang kota terbesar di Cicalengka dengan pengikut mencapai 19 ribuan. Hal tersebut menjadi penguat niat Burhan untuk berkolaborasi. Tujuannya tak lain adalah supaya pesan yang ingin disampaikan bisa melebar, tidak hanya sebatas alumni SMA Bina Muda saja.

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: [Konten Edukatif Corona] Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

Selain berkolaborasi dengan akun instagram @igcicalengka_, Burhan turut mengajak beragam pihak untuk ikut terlibat. Seperti dalam salah satu rangkaian acara, beragam pihak ikut dihadirkan sebagai pembicara.

“Waktunya Ngobrol” begitulah nama salah satu rangkaian acara tersebut. Dalam sesi “Waktunya Ngobrol”, beragam topik dari berbagai pihak diangkat dalam sebuah live instagram yang hadir setiap hari selama satu minggu. Sesi tersebut berlangsung dari mulai 6 April sampai 12 April 2020 dengan pembicara yang berbeda setiap harinya. Kepala Puskesmas Cicalengka sampai Alif Baihaki, Finalis Suci 7 Kompas TV pun turut berpartisipasi sebagai pembicara. 

“Ayo deh kita bikin event yuk. Ayo kita sosialisi-in tentang waktunya di rumah. Terus kita sosialisasi-in tentang covid-19. Tapi kita juga cari sesuatu yang mungkin supaya orang tidak terlalu bosan. Orang kan bosan juga kalau tiap hari kita cekokin covid-19 terus, gak ada hal-hal yang lain, gitu kan. Akhirnya kita juga coba sharing sesuatu yang lain supaya mereka gak terlalu fokus ke sana, tapi juga dapat pesannya. Jadi satu bagian gitu lho, tapi dengan nuansa yang berbeda-beda setiap harinya supaya gak terlalu bikin cemas,” ujar Burhan saat dihubungi melalui sambungan Whatsapp, Selasa (14/04/2020) malam.

Berbagi

Rangkaian acara “Waktunya di Rumah” tidak hanya sebatas sesi “Waktunya Ngobrol”. Lebih jauh, pria yang berdomisili di Pekayon, Jakarta Timur tersebut membuka keran berbagi bagi sesama manusia. Meskipun menetap di Ibu Kota, tidak menyurutkan niat Burhan untuk tetap berdedikasi bagi Cicalengka. “Waktunya Berbagi” menjadi salah satu rangkaian acara lain dari “Waktunya di Rumah”. “Waktunya Berbagi” lebih mengacu sebagai media penyebarluasan informasi penggalangan dana yang sebelumnya telah ada.

“Kita gak usah bikin baru lagi. Kita bantu kampanye punya mereka saja. Toh, ditujukannya juga buat masyarakat Cicalengka, kan,” ungkap Burhan.

AYO BACA: 7 Situs Resmi untuk Pantau Perkembangan Virus Corona di Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

AYO BACA: Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar, Benarkah Melalui Jaringan 5G?

Nyala kemanusiaan di Cicalengka tak hanya menyinari Burhan. Nyala tersebut juga menggerakkan seorang pemuda bernama Fairuzzaman. Melalui organisasi pecinta alam bernama Tapak PA yang dijalaninya, dia berinisiatif melakukan penggalangan dana. Dalam penggalangan tersebut, ia berperan sebagai ketua pengumpul donasi.

“Sebagai bentuk sosial saya sebagai manusia. Masa sebagai manusia tidak ikut membantu, apalagi seperti sekarang banyak yang membutuhkan. Kebetulan juga saya punya wadah, yaitu Tapak. Ya, alasan utamanya sih, itu,” ungkap pria yang akrab disapa Aming saat dijumpai Selasa (14/04/2020) malam.

Aming menyatakan, donasi yang dikumpulkan kali ini berupa masker kain. Awalnya, Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, handsanitizer, serta alat lain yang dibutuhkan untuk meminimalisasi covid-19 menjadi target donasinya. Namun ia berpikir ulang atas hal tersebut mengingat dana yang tidak mencukupi. Ia pun teringat dengan saran pemerintah untuk menggunakan masker kain bagi warga biasa. Hal itulah yang membawanya pada kesimpulan untuk mengadakan 1000 masker kain bagi warga Cicalengka.

“Untuk yang terkumpul, data terakhir dari tanggal 4-12 April, sudah sampai ke 1.116 pcs masker kain. Kebanyakan langsung mendonasikan masker kain. Sampai dapet 28 kodi serta 13 lusin masker. Untuk uang juga ada. Totalnya sampai kemarin itu sekitar 710 ribu rupiah,” tutur Aming.

AYO BACA: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Air atau Hand Sanitizer?

AYO BACA: Berkumur dengan Air Garam dan Cuka Bisa Bunuh Corona Covid-19?

AYO BACA: Ini Saran Dokter Jika Ada Tamu Saat Pandemi Corona Covid-19

Target penyaluran dari pengadaan masker tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang mencari pundi-pundi rupiah di jalanan. Pedagang Kaki Lima (PKL), tukang parkir, supir angkot, serta pengemudi ojek menjadi prioritas penyaluran masker tersebut. Sementara wilayahnya sendiri, Aming menuturkan akan difokuskan ke daerah Warung Peuteuy sampai Cikopo. Hal tersebut mengingat kebanyakan pedagang berjualan di area tersebut. Wilayah tersebut pun menjadi pusat keramaian di Cicalengka.

Kemanusiaan, sebuah prinsip yang murni atas dasar sesama manusia. Pria berusia 22 tahun tersebut menekankan, pengadaan seribu masker tersebut bukanlah program kerja dari Tapak PA. Hal tersebut murni lahir dari nyala kemanusiaan.

***

Muhammad Fikri Dzulfikar, Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel lainnya

dewanpers