web analytics
  

Anting dari Kotoran Rusa Dibanderol Rp300 Ribu, Minat?

Rabu, 15 April 2020 13:25 WIB
Umum - Unik, Anting dari Kotoran Rusa Dibanderol Rp300 Ribu, Minat?, anting, kotoran, rusa, hewan, aneh,

Anting dari kotoran rusa. (Instagram/@tirdyworks)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Seniman asal Maine, Amerika Serikat, Mary Winchenbach, bisa membuat anting cantik berbandul kotoran rusa sebagai aksesori.

Bagi sebagian orang, kotoran hewan identik dengan kata menjijikkan tapi bagi Mary Winchenbach, kotoran hewan bisa disulap jadi karya seni yang indah.

Melansir laman Bangor Daily News, bersama pasangannya, Deb Nicholls, dia mendirikan sebuah usaha bernama Tirdy Works yang menjual berbagai hasil karya seni dari kotoran hewan. Anting kotoran rusa adalah salah satu karyanya yang mampu memukau banyak orang.

Anting ini sekilas terlihat seperti anting biasa dengan kait emas dan memiliki bandul besar seperti cokelat kemasan. Mary mengklaim jika karya-karyanya terbuat dari bahan alami dan organik.

Jam dinding dari kotoran yang sama juga menjadi karya yang mereka andalkan. Selain itu, pasangan ini juga membuat berbagai hiasan natal dan baju dengan hiasan kotoran hewan.

Sekilas kotoran hewan yang mereka olah bentuknya terlihat seperti batu biasa. Warnanya sangat indah, perpaduan cokelat gelap hingga terang bak batuan alam.

Dijamin, tak akan ada yang menyadari itu kotoran rusa, kecuali seseorang sudah memberitahu sebelumnya.

Melalui akun Instagram @tirdyworks, mereka memperkenalkan diri sebagai seniman kotoran yang membuat berbagai produk organik.

Salah satu pengikutnya bahkan ada yang memberi komentar "elegan" dalam salah satu postingan Mary yang memperlihatkan deretan kotoran rusa di atas meja kayu.

Bagaimana menurut kalian? Apakah tertarik memilikinya? Jika iya, siapkan dana sekira Rp300.000-an untuk sepasang anting kotoran rusa dan Rp760.000 untuk sebuah jam dinding 'Poo-poo Clock'.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers