web analytics
  

Kolam Renang dan Laut Aman dari Kontaminasi Corona Covid-19?

Rabu, 15 April 2020 12:37 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Kolam renang. (Unsplash/Joe Calata)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Peneliti masih mempertanyakan kemungkinan virus corona bisa hidup di laut, danau, hingga kolam renang.

Direktur NSF Center for Aerosol Impacts on Chemistry of the Environment Kimberly Prather, PhD, mengatakan, ada kemungkinan kecil air laut—yang bercampur dengan air limbah yang tidak diolah—bisa terkontaminasi virus corona.

"Gelombang ombak bisa mengaerosolisasi dan angin bisa membawanya kembali ke pantai. Ketika limbah mentah mencapai lautan, pantai-pantai terdekat harus ditutup untuk para perenang," kata Prather pada WebMD.

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: Nekat Resepsi Nikah di Tengah Corona Akan Dipenjara 1 Tahun?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

Masih dilansir dari WebMD, virus corona telah ditemukan dalam tinja yang dapat berakhir di saluran air limbah yang tidak diolah.

Para peneliti sendiri telah menemukan bahwa bakteri di dalam air dapat menyebabkan lebih dari 90 juta kasus gastrointestinal, pernapasan, telinga, penyakit mata, dan penyakit terkait kulit.

"Mungkin saja ada virus corona di air laut yang dekat limpasan air limbah," kata Charles Gerba, PhD, profesor mikrobiologi dan imunologi di University of Arizona.

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: [Konten Edukatif Corona] Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

Charles Gerba telah mempelajari virus corona dalam air dan menemukan virus tersebut dapat bertahan hidup selama 2 hingga 3 hari di air. Namun, masih belum jelas apakah virus corona dalam tinja bisa menular.

"Saya akan lebih khawatir tentang hepatitis saat berenang di pembuangan limbah itu risiko yang jauh lebih besar daripada virus corona ditularkan melalui air," kata dia.

Prather juga mengatakan, lebih khawatir terhadap kondisi pantai yang berangin daripada virus di air itu sendiri.

"Kekhawatiran saya adalah bahwa di pantai yang berangin itu membuat jarak sosial sejauh 6 kaki menjadi tidak cukup," kata Prather.

AYO BACA: 7 Situs Resmi untuk Pantau Perkembangan Virus Corona di Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

AYO BACA: Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar, Benarkah Melalui Jaringan 5G?

"Jika seseorang terinfeksi dan tidak mengetahuinya, ada kemungkinan mereka akan mengembuskan aerosol, kemudian tetesan liur yang dapat melompat lebih jauh karena angin pantai," tuturnya.

Dengan kata lain, di pantai kekhawatiran Anda mungkin bukan tentang air, tetapi orang lain. Jika akan berjalan-jalan atau berolahraga di sepanjang garis pantai, Anda harus berusaha menjaga jarak fisik lebih dari biasanya.

Sementara itu, menurut Gerba, berenang di air tawar masih tergolong aman.

AYO BACA: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Air atau Hand Sanitizer?

AYO BACA: Berkumur dengan Air Garam dan Cuka Bisa Bunuh Corona Covid-19?

AYO BACA: Ini Saran Dokter Jika Ada Tamu Saat Pandemi Corona Covid-19

"Berenang di air tawar sama amannya, selama kolam renang dirawat dengan baik, klorin pembersih kolam akan membunuh virus apa saja," kata Gerba.

Meskipun virus corona bisa bertahan di air, Gerba menegaskan, virus di air belum tentu menular pada manusia.

"Kami tidak memiliki bukti bahwa itu ditularkan melalui air," kata Gerba.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers