web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ribuan Orang Positif Covid-19, India Perpanjang Lockdown

Rabu, 15 April 2020 08:47 WIB

Ilustrasi lockdown Covid-19. (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

DELHI, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah India pada Selasa (14/4/2020) resmi memperpanjang waktu karantina atau lockdown sampai 3 Mei di seluruh wilayah. Jumlah pasien positif Covid-19 di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu menembus angka 10.000 jiwa, meskipun lockdown sebelumnya telah diberlakukan selama tiga minggu.

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pidatonya yang disiarkan di televisi menyampaikan, pemerintah harus mencegah penularan virus ke wilayah baru.

Walaupun demikian, ia mengumumkan aturan pembatasan akan dicabut pada minggu depan di daerah yang kurang terdampak sehingga kegiatan pokok dapat kembali berjalan.

AYO BACA : India Lockdown, Pegunungan Himalaya Kembali Terlihat Setelah 30 Tahun

"Sampai 3 Mei nanti, tiap warga India akan tetap berada di bawah aturan karantina. Saya meminta seluruh masyarakat India untuk menghentikan penyebaran virus corona ke daerah lain," kata PM Modi dilansir dari Reuters.

Pernyataan itu disampaikan Modi setelah data pemerintah menunjukkan jumlah pasien positif Covid-19 di India mencapai 10.363 jiwa dan 339 di antaranya meninggal dunia.

Meskipun jumlah pasien di India cukup rendah apabila dibandingkan dengan kasus di negara-negara barat seperti Amerika Serikat (AS), Italia, dan Spanyol, sejumlah ahli kesehatan khawatir penderita Covid-19 di India kemungkinan lebih tinggi dari data resmi. Pasalnya, kapasitas pemeriksaan di India dinilai rendah.

AYO BACA : Bayi Kembar di India Diberi Nama ‘Corona’ dan ‘Covid’

"Bangsa ini diuntungkan dengan aturan jaga jarak dan karantina wilayah. Jika dilihat hanya dari perspektif ekonomi, harga yang dibayarkan tentu mahal. Kita telah membayar mahal, tetapi itu tidak sebanding dengan melindungi nyawa rakyat India," ujar Modi.

Modi menawarkan bantuan langsung ke jutaan warga India yang kehilangan pekerjaan setelah sektor perekonomian senilai 2,9 triliun dolar AS lumpuh. Namun, Modi mengatakan, ia merasakan penderitaan rakyat, antara lain keluarga yang berjuang mendapatkan makanan dan banyak pekerja migran yang tidak dapat kembali ke desanya.

Sementara itu di negara tetangga, Pakistan juga akan memutuskan kelanjutan aturan karantina wilayah yang berakhir pada Rabu (15/4/2020).

Bank Dunia mengumumkan pertumbuhan ekonomi di India dan negara-negara Asia Selatan akan turun ke tingkat paling rendah dalam waktu empat dasawarsa terakhir pada tahun ini akibat pandemi virus corona.

AYO BACA : [CEK FAKTA] Benarkah Ilmuwan India Temukan Wujud Virus Corona di Tangan?

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers