web analytics
  

Dampak Corona, Pengangguran Bisa Capai 5 Juta Orang

Rabu, 15 April 2020 08:30 WIB
Umum - Nasional, Dampak Corona, Pengangguran Bisa Capai 5 Juta Orang, corona, mencegah virus corona, mengobati corona, vaksin corona, pengangguran

Ilustrasi (republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah menyiapkan beberapa skenario untuk mengantisipasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Salah satu skenario itu adalah proyeksi kenaikan jumlah kemiskinan dan pengangguran yang cukup tajam.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, angka pengangguran diproyeksikan naik tajam sepanjang 2020 ini. Ada dua skenario yang disiapkan pemerintah. Pertama, skenario berat dengan jumlah penambahan pengangguran mencapai 2,9 juta orang.

Kedua, skenario lebih berat dengan kenaikan jumlah penganggur menyentuh 5,2 juta jiwa. Data terakhir menunjukkan, jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 7,05 juta jiwa dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) 5,28 persen.

Tidak hanya itu, angka pertumbuhan ekonomi diprediksi terkontraksi cukup drastis, dari rentang 5-5,3 persen menjadi 2,3 persen sepanjang tahun 2020 ini. "Bahkan, dalam situasi sangat berat, mungkin menurun sampai negatif," ujar Sri seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (14/4/2020).

Untuk mengantisipasi bertambahnya pengangguran, pemerintah menyiapkan solusi jangka pendek, menengah, dan panjang. Bantalan sosial yang disiapkan untuk jangka pendek, antara lain, penyaluran Kartu Prakerja kepada 5,6 juta masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sri mengatakan, alokasi anggaran Kartu Prakerja mencapai Rp 20 triliun. "Ini belum termasuk BPJS Ketenagakerjaan yang masih memiliki uang iuran dari perusahaan yang bisa dipakai untuk memberikan benefit kepada masyarakat yang terkena PHK," kata Sri.

Bantalan sosial lainnya adalah pemberian bantuan sosial melalui dana desa dan pelaksanaan proyek padat karya di 1.000 lokasi untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja. Langkah ini diharapkan juga dapat menekan angka kemiskinan. Sementara untuk jangka menengah-panjang, pemerintah punya pekerjaan rumah untuk memperbaiki daya tahan dunia usaha dan mengembalikan daya tarik ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19. Proses pemulihan ekonomi nasional ini akan dianggarkan dalam APBN 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, sudah ada 3,7 juta masyarakat yang mendaftar program Kartu Prakerja sampai Selasa (14/4) pukul 12.00 WIB. Dari total tersebut, sebanyak 926 ribu di antaranya sudah melakukan verifikasi sehingga dinyatakan lolos.

Besaran peserta yang lolos jauh melebihi target gelombang pertama, yakni 164 ribu. Bahkan, Airlangga menyebutkan, jumlah 926 ribu setara dengan lima gelombang pendaftaran. "Artinya, masyarakat merasakan betul bahwa dampak Covid-19 ini benar-benar mengganggu lapangan kerja," ujarnya dalam rapat dengan DPR di Jakarta, Selasa (14/4).

Pendaftaran program Kartu Prakerja resmi dibuka pada Sabtu (11/4) malam. Pemerintah membuka pendaftaran gelombang pertama sampai dengan Kamis (16/4), dan hasilnya akan diumumkan pada Jumat (17/4). Pelatihan langsung dilakukan pada Sabtu (18/4) secara daring.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers