web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cara Salat bagi Orang yang Lumpuh Total

Selasa, 14 April 2020 13:57 WIB

Salat berjamaah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Terdapat panduan salat bagi orang yang tidak bisa salat secara normal.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Islam menganut prinsip memudahkan pemeluknya. Salah satunya dapat dilihat dari bagaimana rukhsoh (keringanan) dalam beribadah individual dan sosial ada kalanya dibolehkan.

Dalam salat, misalnya, umat Muslim mengenal adanya keringanan melaksanakan gerakan salat secara kaffah (sempurna/menyeluruh) apabila berada pada kondisi tidak normal dan darurat. Bila tidak bisa berdiri, umat Muslim diperbolehkan salat dengan duduk. Tak bisa duduk, diperbolehkan salat dengan berbaring.

Lantas bagaimana salat bagi orang yang mengalami kelumpuhan total? Berdasarkan buku Pedoman Standar Pelayanan Keperawatan RS Syariah karya kumpulan ahli medis dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), jika seluruh anggota tubuh manusia sudah tak dapat berfungsi namun matanya masih mampu berkedip, maka salatnya dapat dilakukan dengan gerakan mata.

Karena kedipan tersebut masih masuk makna al-imaa’. Dia dapat mengedipkan matanya sedikit ketika takbir dan rukuk, dan dapat dia kedipkan banyak untuk sujud.

Kedipan itu jika dimungkinkan boleh disertai dengan gerakan lisan ketika membaca bacaan salat. Jika lisan tak mampu digerakkan, bacaan salat boleh dibaca di dalam hati.

Begitulah kiranya Islam mengatur dan memberikan keringanan kepada penganutnya dalam hal beribadah. Kewajiban salat 5 waktu bagi umat Islam yang beriman adalah sebuah anugerah. Setiap waktunya begitu dinanti untuk kembali mengadu kepada Illahi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers