web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Sepi Pembeli, Pelaku Usaha Kopi Banting Harga

Selasa, 14 April 2020 11:08 WIB Mildan Abdalloh

Ilustrasi kopi (Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Pelaku usaha kopi Kabupaten Bandung turut terdampak pandemi Corona banting harga dilakukan agar bisnis bisa bertahan.

Salah seorang pelaku usaha kopi asal Ciparay, Kabupaten Bandung, Pungkit Wijaya, mengatakan dalam satu bulan terakhir pesanan kopi dari pelbagai kafe langganan turun drastis.

"Sejak pandemi Corona ada pembatasan aktivitas kafe. Banyak yang tutup, otomatis pesanan kepada saya juga berkurang," tutur Pungkit, Selasa (14/4/2020).

AYO BACA : Begini Penampakan Kopi Dalgona Buatan Syahrini untuk Suami

Saat ini kata Pungkit, kebun kopi miliknya sedang panen, dalam sehari tidak kurang dari 3 kuintal kopi dipanen. Sepinya pesanan ditambah sedang panen, membuat stok melimpah.

"Semua petani sekarang sulit menjual kopi," ucapnya.

Bukan hanya di pasar lokal, namun untuk pasar ekspor juga turut terkena imbas. Bahkan pesanan dari luar daerah yang dilakukan beberapa bulan lalu, mendadak dibatalkan.

AYO BACA : Semangati Tenaga Medis, Mang Oded Kunjungi RSHS dan Rumah Sakit Rotinsulu

Karena pesanan dari kafe juga perusahaan ekspor sedang sepi, Pungkit hanya mengandalkan pesanan dari eceran yang berasal dari teman atau kenalannya.

"Yang penting ada barang keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga juga diturunkan," imbuhnya.

Biasanya untuk 1 kg kopi roasting dia menjual Rp200.000, dalam kondisi seperti ini dia menurunkan harga menjadi Rp160.000/kg.

Beruntung, kopi bisa bertahan sangat lama, sehingga hasil dari panen akan disimpan untuj dijual ketika situasi sudah normal.

AYO BACA : Kopi Hitam Kurangi Risiko Diabetes, Benarkah?

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers